Rabu, 22 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Welly Hermanto, Staf Bagian Hukum Yang Nyambi Jualan Takjil

Selasa, 05 Jun 2018 11:10 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KOMPAK : Welly bersama sang istri di lapaknya kemarin(4/6). Setiap sore menjelang buka pasangan ini menjadi salah satu bagian dari pedagang takjil dadakan.

KOMPAK : Welly bersama sang istri di lapaknya kemarin(4/6). Setiap sore menjelang buka pasangan ini menjadi salah satu bagian dari pedagang takjil dadakan. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Pasar takjil dadakan di utara pendapa Manggala Praja Nugraha membawa berkah bagi para penjaja makanan, tak terkecuali Welly Hermanto. Sejak tiga tahun terakhir, ia menggeluti usaha kuliner ini. Tak khawatir penghasilan kalah dengan sang istri.

AGUS MUHAIMIN

“ Iya datangnya agak sore ini tadi, nglayani pesanan di rumah,” ujar Endah Hermanto, di Pasar Takjil Dadakan di jalan RW Mongonsidi Kelurahan Surodakan, kemarin(4/6).

Welly Hermanto yang berdiri di dekatnya hanya senyum-senyum melihat sinar bahagia dari sang istri yang dagangannya laris manis.

Sejak 2015 lalu dua sejoli ini menjajal aktivitas baru, kuliner. Mulai dari makanan basah hingga cookies yang awet hingga beberapa bulan.

Pasangan muda ini juga seringkali melayani pesanan, meskipun hanya di lingkup teman dekat.

Tak terkecuali, kondisi kian sibuk saat momen ramadan tiba. Betapa tidak, selain harus menyajikan takjil untuk keluarga mereka juga harus menyiapkan takjil untuk dibawa dipasar dadakan.

Belum lagi, jika ada pesanan untuk kue basah maupun kue kering.

Meski tidak setiap hari datang pesanan, mereka tidak pernah berhenti dari aktivitas di dapur. Welly –sapaannya- biasanya hanya berperan sebagai pen-support, membantu ketika sudah selesai jam kerja di kantor.

“Awalnya, jualan ini ketika melihat pasar takjil dadakan terus ramai, makanya jadi berniat banget untuk jualan,” katanya.

Awalnya hanya sekadar mencoba alias iseng-isengan saja membuka lapak dan berjualan jajanan untuk berbuka puasa. 

Disisi lain penghasilan sebagai seorang abdi negara sangat cukup untuk kebutuhan keluarga kecilnya ini. Namun, siapa yang menyangka, dagangan mereka laris manis sehingga mereka pun ketagihan untuk berjualan.

“Istriku emang berbakat dalam hal memasak,” katanya lantas terkekeh.

Bahkan, saat ini mereka sudah memiliki brand lokal, sehingga mudah dikenali. Perizinannya pun secara berkala sudah dilengkapi.

Tidaknya untuk izin mendirikan usaha mikro kecil, namun juga perizinan untuk menjamin kualitas produk yang dibuatnya.

Warga Desa Buluagung, Kecamatan Karangan ini optimistis bahwa usaha kuliner dewasa ini cukup menjanjikan. Meskipun diakui tantangan dalam usaha ini cukup tinggi.

Dia pun mengaku tidak khawatir jika suatu saat nanti penghasilannya kalah jauh jika dibandingkan dengan penghasilan dari ngantor atau menjadi pengawai.

“Wah ya justru seneng sekali kalau pemasukannya semakin tinggi, yang jelas kalau istri ada bakat harus di support,” ucapnya serius.

Sedari tadi sang istri tampak sibuk dengan pembeli yang silih berganti. Kendati sedang mengandung, ia terlihat tidak lelah melayani para pembeli.

Maklum saja, dagangan yang setiap hari mereka bawa cukup komplit.

Tercatat untuk hidangan pembuka saja hampir ada sepuluh jenis. Belum lagi minuman dan salad buah yang menjadi favorit para pengunjung di pasar takjil dadakan ini.

Dibagian muka, sengaja dipajang beberapa makanan kering, seperti roti dan kue kering dalam wadah toples berlabel ‘Pawon Endah’.

“Iya, ini jenisnya banyak sekali, memang semua di jual,” katanya saat koran ini mengomentari dagangannya yang cukup banyak jenis.

Diakuinya, selama ini memang sangat hobi dengan aktivitas di dapur. Terlebih kini ia mengandung, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana mestinya.

Adapun banyaknya dagangan yang ia buat, itu merupakan salah satu strategi untuk memikat hati pembeli. Pasalnya dengan banyaknya dagangan tentu pengunjung akan lebih antusias untuk melihat.

“Apa saja dijual, yang penting, halal dan menghasilkan,” katanya diiringi tawa.(tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia