Minggu, 19 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Pemuda Ngunut ramaikan Acara Dengan Ngabuburit Urunan Beli Alat Musik

Rabu, 06 Jun 2018 10:34 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENGASYIKKAN: Grup musik bambu yang dikomandani Imron, beraksi beberapa waktu lalu.

MENGASYIKKAN: Grup musik bambu yang dikomandani Imron, beraksi beberapa waktu lalu. (DOK GRUP FOR RATU)

Jelang waktu berbuka merupakan waktu yang paling populer di kalangan anak muda. Karena banyak aktivitas yang dilakukan di waktu tersebut. Seperti pemuda Desa/Kecamatan Ngunut yang bermain musik bambu di pinggir jalan untuk menghibur pengguna jalan.

DHARAKA R. PERDANA

Ketika waktu menunjukkan pukul 16.00, banyak anggota masyarakat yang lebih memilih beraktivitas di luar rumah. Bukan tanpa alasan, tapi karena semua ingin membunuh waktu dengan beraktivitas santai.

Hal yang juga dilakukan pemuda Ngunut. Pada waktu-waktu tertentu, mereka menampilkan kebolehan bermain musik bambu. Berbagai jenis lagu yang populer di masyarakat pun meluncur dari aktivitas mereka tersebut. Padahal mereka hanya sesekali berlatih dan tidak ada yang memiliki dasar sebagai seorang pemusik.

“Ini sebenarnya lebih berupa acara rutinan saat Ramadan tiba,” kata ketua kelompok musik bambu, Imron Teguh Pangestu.

Dia dan anggota lain memang sudah cukup lama memiliki kelompok musik bambu. Bahkan untuk kebutuhan alat musik, nyaris tidak ada bantuan dari luar. Semua dilakukan dengan cara membeli sedikit demi sedikit jika ada rezeki setelah tanggapan.

“Semua alat musik ini kami dapatkan secara swadaya. Jika ada rezeki, disisihkan untuk menambah peralatan,” jelasnya.

Pemuda yang berdomisili di Lingkungan 10, Desa/Kecamatan Ngunut ini melanjutkan, terkait pembuatan acara hiburan ngabuburit memang sudah dikonsep sejak lama. Sehingga mereka harus menampilkan kebolehannya saat ada kegiatan bagi takjil. Padahal lagu yang mereka bawakan hanya berdasarkan naluri semata dan berdasarkan menyimak lagu yang populer belakangan ini.

Alhasil, setiap ada permintaan lagu dari masyarakat, mereka langsung bisa tanggap dan bersama-sama memainkan semua alat musik menjadi sebuah harmoni. Dengan menambah improvisasi, lagu yang ditampilkan pun bisa memunculkan warna tersendiri. “Secara teratur, kami tetap berlatih agar kekompakan tetap terjaga,” ujarnya.

Untuk target ke depan, Imron mengaku masih ingin melengkapi alat musik yang lebih bagus lagi. Sehingga pertunjukan yang ditampilkan bisa lebih rancak dan menghibur lagi. Alhasil, para personel maupun masyarakat sebagai pendengar pun bisa puas menyaksikan. (*/ed/din)   

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia