Senin, 20 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Pemuda Desa Plosokandang Dapat Kopi dan Uang Saku ketika Ronda Sahur

Kamis, 07 Jun 2018 10:32 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KOMPAK: Pemuda Dusun Srigading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, tengah membangunkan warga sekitar dengan main musik.

KOMPAK: Pemuda Dusun Srigading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, tengah membangunkan warga sekitar dengan main musik. (HARY FOR RATU)

Jelang waktu santap sahur, pemuda Dusun Srigading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, membangunkan warga dengan ronda yang menggunakan berbagai alat musik tradisional maupun modern. Aktivitas sudah berlangsung sejak tujuh tahun silam.

AGUS DWIYONO

Bulan suci Ramadan senantiasa disambut suka cita umat Muslim. Mulai dari orang tua, remaja, pemuda, hingga anak kecil, selalu antusias beribadah, tersmasuk tadarus, bagi takjil, salat tarawih, dan lain-lain.

Namun, beberapa pemuda dari Dusun Pringgading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, ini memilih mengisi sebagian malam Ramadan dengan ronda sahur menggunakan calung, angklung, drum, dan sebagainya. Tujuannya untuk membangunkan warga sekitar dan menghibur mereka.

Saat Jawa Pos Radar Tulungagung kemarin (6/6) pukul 07.00 melintas di gang desa setempat, tampak beberapa alat musik berjajar rapi di salah satu rumah warga. Rumah dengan cat warna hijau itu tidak sulit dicari. Sebab, letaknya mudah terjangkau dan memiliki ciri khas lukisan pohon di temboknya.

Saat mulai melangkah kaki ke rumah sederhana tersebut, tampak seorang yang keluar dari  rumah. Dia adalah Hery alias Xe Rock, salah seorang pemuda yang ikut serta dalam membangunkan orang sahur dengan memakai calung.

Dia mengaku ronda dengan alat musik sejak tujuh tahun lalu. Beserta dengan pemuda setempat, dia hanya meneruskan aktivitas rutin setiap Ramadan untuk bangunkan orang sahur. Sebab, pemuda yang merintis dulu, kini sebagian besar sudah menikah dan enggan meneruskan ronda.

“Kini gilirankamimelanjutkan ronda,”jelasnya.

Dia mengaku, personel ikut keliling bangunkan warga untuk sahur sekitar 12 pemuda. Aktivitas mulai sekitar 00.30 kumpul di tempat yang telah disepakati dan lantas menentukan sasaran ronda terutama di wilayah Kecamatan Kedungwaru. Bahkan, sasaran utama pemuda Plosokandang di gang-gang jarang dijamah keramaian.

“Kami kumpul di rumah saya terlebih dahulu dan berangkat jam 01.00 tepat. Sebelumnya tes sound satu atau dua lagu sebelum berangkat,” ungkapnya.

Menurut dia, karena peralatan musik seabreg, maka perlu bawa kendaraan untuk mengangkut.

“Kami bawa kendaraan, lha gimana lagi, kan berat alat-alatnya,” ungkapnya sambil senyum.

Dia menuturkan, saat memainkan alat musik, diselingi dengan nyanyi agar lebih meriah dan asyik. Sehingga yang mendengar penasaran hingga bangun. Tak jarang, warga keluar untuk menikmati lagu dan ikut bernyanyi.

“Kami sambil nyanyi dan teriak-teriak. Warga sekitar sering keluar dan ikut nyanyi bersama kami, mungkin musiknya enak didengar,” jelasnya,

Dia mengaku, lagu favorit sering dinyanyikan saat keliling yakni lagu Banyuwangi. Sebab, bahasanya merakyat dan naik daun sehingga akrab di telinga warga. Selain itu, sering memainkan lagu campursari, dangdut, religi, serta pop.

Pria 24 tahun itu mengatakan jika aktivitas yang setiap hari dilakoninya itu sering mendapat apresiasi dari warga sekitar. Termasuk sering disuguhi kopi dan makanan ringan saat memainkan. Serta kerap dikasih uang saku dari warga.

“Ada warga yang selalu menunggu. Kalau tidak lewat gitu, pasti ditanyakan dan dicari,” ungkapnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia