Rabu, 22 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Upayakan Bantuan Hukum,Tim Pemenangan Tak Tahu Keberadaan Syahri Mulyo

Sabtu, 09 Jun 2018 09:33 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Terkait Pencalonan Syahri

Grafis Terkait Pencalonan Syahri (Hendra Novias)

TULUNGAGUNG - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak saja menangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Sutrisno. Selain orang itu, ada satu orang lain bernama Agung Prayitno yang juga sudah diamankan lembaga antirasuah itu.

Bahkan, Calon Bupati (Cabup) Syahri Mulyo pun ikut terseret dengan ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT)  di Kota Blitar, pada Rabu (6/6) lalu.

Namun hingga kini, belum ada informasi resmi terkait keberadaan bupati Tulungagung nonaktif tersebut.

Tentu dengan penetapan Syahri Mulyo sebagai tersangka oleh KPK, sontak menggemparkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tulungagung. Sebab, partai bergambar banteng moncong putih itu merupakan pengusung Syahri Mulyo dalam pilkada 27 Juni mendatang, berpasangan dengan Maryoto Birowo, atau lebih dikenal dengan pasangan SahTo.

Meski demikian, PDIP beserta tim pemenangan SahTo tetap optimistis bakal meraih kemanangan dalam pesta demokrasi nanti.

Saat dikonfirmasi, Bendahara Tim Pemenangan SahTo Heru Santoso menyatakan, seluruh teman-teman partai, relawan, maupun tim kampanye tetap solid berjuang demi kemenangan SahTo. Hingga kini, segala kegiatan tetap berjalan sesuai yang sudah dijadwalkan. Misalnya pelatihan saksi.

“Dari sisi partai, tetap solid berjuang untuk kemenangan SahTo,” ungkapnya saat ditemui di posko pemenangan SahTo kemarin (8/6).

Saat didampingi Ketua Tim Pemenangan SahTo Sumarsono dan Sekretaris DPC PDIP Bondan Junaidi, dia juga menyatakan tetap menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Selain itu tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada Syahri Mulyo.

Terkait bantuan hukum untuk Syahri Mulyo, dia menegaskan tetap ada.

“Bantuan hukum tetap ada. Kami terus berkoordinasi dengan teman-teman,” jelasnya.  

Lanjut pria ramah itu, posisi Syahri Mulyo sebagai calon bupati yang nonaktif. Artinya sudah tidak menjabat sebagai bupati Tulungagung sejak habis masa jabatan 30 April lalu. Dengan begitu, yang bersangkutan merupakan warga biasa. Karena itulah tidak mungkin melakukan intervensi dalam pemerintahan, apalagi ikut mengatur pemerintahan Tulungagung.

“Kami harap masyarakat Tulungagung bisa melihat dengan bijak, tanpa didasari hal yang tak baik,” katanya.

Ditanya kondisi Syahri Mulyo sekarang, dia mengaku belum mengetahui.

Dia dan rekan-rekan tim pemenangan kali terakhir bertemu pada Rabu (6/6) lalu. Yakni saat ada acara di rumah. Begitu juga ketika ditanya dugaan Syahri sudah ada di Jakarta. (wen/ed/din)  

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia