Senin, 24 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Awasi Harga, Gelar Sidak

Sabtu, 09 Jun 2018 10:17 | editor : Anggi Septian Andika Putra

STABIL: Tim gabungan ketika mengecek kestabilan harga dan ketersediaan bahan makanan menjelang lebaran di pusat perbelanjaan wilayah Pasar Pon.

STABIL: Tim gabungan ketika mengecek kestabilan harga dan ketersediaan bahan makanan menjelang lebaran di pusat perbelanjaan wilayah Pasar Pon. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Para pedagang nakal tanpaknya untuk sementara waktu tidak bisa mempermainkan harga dan stok bahan pangan mendekati lebaran tahun ini. Pasalnya, berbagai pihak terkait seperti pemerintah kabupaten (pemkab), polisi dan sebagainya terus melakukan operasi untuk pengecekan ketersediaan bahan pangan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek M. Nur Arifin mengatakan, seperti biasa menjelang lebaran seperti saat ini, peminat sejumlah bahan makanan akan tinggi.

Tak ayal, hal itu membuat ketersediaan beberapa bahan pangan tersebut di pasar semakin menurun, hingga membuat harganya melejit.

“Dengan keadaan seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang nakal untuk melakukan permainan demi mendapatkan keuntungan yang berlipat,” katanya.

Dia melanjutkan, permainan tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan penimbunan bahan pokok yang diminati dan mengeluarkannya dalam jumlah tertentu.

Dengan demikian, karena banyaknya peminat, harga bahan pangan tersebut di pasar akan melambung tinggi. Tak lain, hal tersebut membuat pedagang nakal mendapatkan keuntungan yang berlipat.

“Makanya, setelah ini kami akan melakukan koordinasi mengenai kemungkinan bahan pangan apa yang harganya bisa naik,” tuturnya.

Sehingga jika ada salah satu bahan makanan yang harganya terus melonjak naik, pemkab akan melihat stoknya.

Jika menipis, untuk menstabilkan harga akan berkoordinasi dengan pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengeluarkan stoknya. Sedangkan terkait kemungkinan operasi pasar (OP) saat ini, kemungkinan urung dilakukan. Mengingat harganya relatif stabil sehingga barang yang dijual dalam OP tidak begitu laku.

“Memang ada beberapa barang yang mengalami kenaikan, tapi harganya tidak begitu keterlaluan. Seperti daging sapi yang berkualitas bagus saat ini harganya Rp 120 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 10 ribu per kilogram dibandingkan bulan lalu,” jelas Ipin.

Sementara itu, Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono menambahkan, polisi tidak main-main jika menemukan oknum pedagang nakal yang mencoba mempermainkan harga. Selain itu, pengecekan dilakukan bukan hanya pada harga dan apakah ada penimbunan, juga pada takarannya.

Sehingga nantinya masyarakat Trenggalek bisa berlebaran tanpa khawatir ada permainan harga bahan kebutuhan pokok.

“Pastinya kami terus lakukan koordinasi. Dan jika ada pelanggaran, akan segera ditindak,” imbuhnya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia