Rabu, 22 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Tim Voli Putra IAIN Tulungagung Langganan Juara I Tingkat Jawa-Bali

Senin, 11 Jun 2018 09:25 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SELAMAT: Tim putra IAIN Tulungagung memakai kaus hijau, melakukan blok saat tim lawan lakukan smash

SELAMAT: Tim putra IAIN Tulungagung memakai kaus hijau, melakukan blok saat tim lawan lakukan smash (M SUDRAJAT AJI LAKSONO/ RATU)

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itulah kata yang tepat untuk tim putra bola voli IAIN Tulungagung. Latihan di tengah teriknya matahari, sering dilakukan oleh tim putra bola voli tersebut sebelum bertanding. Selain itu, sebelum tanding baca skema pertandingan dan lihat pertandingan lawan untuk mencari kelemahan.

AGUS DWIYONO

Tim bola voli IAIN Tulungagung tidak sia-sia latihan rutin sebulan.

Buktinya, saat ini mereka dijuluki sebagi tim bertahan oleh lawan-lawannya setelah kembali berhasil menjuarai invitasi pekan pengembangan bakat dan minat mahasiswa (IPPBMM) se-Jawa Bali, yang diikuti sekitar 31 perguruan tinggi Islam.

Seorang pemain, M. Sudrajat Aji Laksono saat dikonfirmasi kemarin (9/6) mengaku, sebelumnya segala persiapan mulai dari fisik, mental, serta kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik. Hasilnya pun tidak mengkhianati proses yang sering mereka jalani dengan baik.

“Kami satu bulan sebelum pertandingan sudah mempersiapkan diri, mulai dari mental, fisik, dan beberapa teori yang kami pelajari dan kesepakatan bersama timnya,” jelasnya.

Menurut dia, juara satu yang kini didapat ini tidak lepas dari kerja sama tim yang baik. Bahkan juga berkat latihan selama tiga kali seminggu.

Tim bola voli ini tampaknya langganan juara. Tidak hanya satu kali, ini menjadi juara satu dalam acara rutin yang dua tahun sekali tersebut. Pihaknya juga pernah mendapat juara satu di lokasi berbeda.

“Alhamdulillah kami langganan juara. Itu tidak lepas dari kerja keras kami dan kerja sama yang kami lakukan. Kami sekarang dijuluki langganan juara oleh tim lawan,” ungkapnya.

Mahasiswa semester tujuh itu mengaku, sebelum bertanding ada latihan khusus dilakukan agar terciptanya ketahanan fisik yang meningkat.

Yakni berlari mengitari lapangan, passing bola atas dan bawah, serta lari. Bahkan, pelaksanaan tersebut dilakukan siang hari, bertepatan dengan matahari tepat di atas kepala.

“Kami melatih daya tahan tubuh dan ketahanan fisik. Yakni dengan berlatih di siang hari, bertepatan dengan matahari yang sedang panas-panasnya. Selain itu kami latihan sesuai dengan kemampuan masing-masing sesuai porsi masing-masing pula,” jelasnya.

Mengenai strategi agar menang dalam bertanding, remaja berumur 22 tahun ini mengaku melihat skema pertandingan terlebih dahulu. Selain itu, pihaknya membaca pola permainan dan kelemahan calon lawan, yang nantinya akan dihadapi. Karena itu, pihaknya terus meneliti banyak kesalahan lawan terletak di mana. Dengan mengetahui kelemahan itu, maka kami bisa mengalahkan lawan.

“Sebelumnya kan sudah ada skema, nah kami lihat nanti siapa saja yang melawan kam. Tentu kami sudah membaca kelemahan tim terletak di mana,”  katanya.

Menurut dia, menyatukan pola permainan dengan teman klub tidak terlalu sulit. Sebab, mayoritas yang terpilih mewakili IAIN Tulungagung dalam kegiatan tersebut didikan dari klub-klub besar.

Jadi, bekal setiap pemain sudah cukup untuk bermain secara profesional. Hanya butuh beberapa latihan bersama untuk mengetahui kemampuan atau pun spesialis setiap orang.

“Sebenarnya tidak semua dari klub sehingga kadang kesulitan. Soalnya ada juga dari berbagai daerah juga dan bukan berasal dari klub,” katanya.

Dalam pertandingan yang mereka laksanakan pada Senin (28/5)  lalu, paling berat melawan IAIN Salatiga. Sebab, ada beberapa pemain yang masuk klub terbesar di Jawa tengah.

Namun, semangat yang tidak henti-hentinya dari jajaran petinggi kampus, membuat tim IAIN Tulungagung lebih semangat dan percaya diri akan memenangkan pertandingan tersebut.

“Saat pertandingan, semua pejabat kampus tidak sungkan menyemangati kami. Mulai dari rektor 3, wakil dekan 3, kepala biro, serta kru berteriak-teriak,” tuturnya.

Dia menambahkan, pengalaman paling berkesan yang didapat yakni dapat membanggakan kampus di mata perguruan tinggi lain. Apalagi, mendali yang diperoleh kali ini merupakan mendali emas keempat yang mereka berikan ke kampus.

Tim yang mengikuti terdiri dari 10 orang, dengan delapan orang dalam posisi spike untuk menyerang, satu libero untuk pemain bertahan, serta satu pemain lagi untuk toser.

“Ada kebanggaan tersendiri. Kami ikut mengharumkan nama kampus kami di mata kampus-kampus lain,” jelasnya. (ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia