Minggu, 19 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Berburu Lailatul Qadar, Iktikaf di Masjid

Senin, 11 Jun 2018 10:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KHUSYUK: Salah satu jamaah Masjid Al Mimbar yang beriktikaf dengan membaca Alquran.

KHUSYUK: Salah satu jamaah Masjid Al Mimbar yang beriktikaf dengan membaca Alquran. (RIDHO WISNU INDARTO/RATU)

TULUNGAGUNG – Momen 10 hari terakhir pada Ramadan sering dimanfaatkan warga untuk iktikaf di masjid. Tak terkecuali di Masjid Al Mimbar, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.

Masjid peninggalan KH Hasan Mimbar itu, walaupun termasuk masjid tua, tapi masih terawat dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan terutama pada bulan suci ini.

“Justru karena masjid Al Mimbar ini sudah tua, itu menambah kesakralan dalam beribadah kepada Allah,” ungkap salah satu takmir masjid di Al Mimbar, Bastomi, kemarin (10/6).   

Menurut dia, pada 10 malam terakhir bulan Ramadan ini sudah menjadi tradisi umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, termasuk dengan iktikaf.

Dia menjelaskan, iktikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan baik karena Allah. “Hampir setiap hari selama Ramadan jamaah yang melakukan iktikaf sekitar 25 orang per harinya,” ungkapnya.

Jamaah sekitar pukul 22:00 berada di teras Masjid Al Mimbar duduk-duduk menunggu untuk beriktikaf. Lantas mulai masuk ke dalam masjid satu per satu untuk melakukan iktikaf.

“Saya melakukan iktikaf hampir setiap hari,” ujar warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Eko P.

Dia menyatakan, melakukan iktikaf tidak hanya untuk memohon ampunan atas dosa masa lalu, tapi juga meminta hidayah kepada Allah untuk kehidupan yang akan datang.

Bahkan, jamaah Masjid Al Mimbar banyak didatangi warga dari luar daerah hingga luar kota untuk iktikaf.

“Berburu lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan demikian hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,” ujar salah satu pengasuh di Masjid Al Mimbar, M Yasin.  

Dia menegaskan, iktikaf merupakan ibadah yang jangan dilewatkan saat Ramadan, terutama malam-malam ganjil. “Pada malam ganjil, kami percaya akan dapat berkah karena itu kami menunggu malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu malam,” ungkapnya. (c1/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia