Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Telusuri Pesisir Pantai Selatan Untuk Temukan Wisatawan Tenggelam

22 Juni 2018, 10: 18: 22 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Perkembangan WIsatawan Hilang

Grafis Perkembangan WIsatawan Hilang (Hendra Novias/RATU)

TULUNGAGUNG – Upaya personel search and rescue (SAR) Trenggalek untuk mencari keberadaan Solikin dan Gilang, dua wisatawan asal Desa Ringinpitu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, belum membuahkan hasil.

Dari proses penelusuran darat sepanjang 15 kilometer (km) kemarin (21/6), keberadaan kedua wisatawan yang terseret ombak Pantai Kedung Tumpang di Desa/Kecamatan Pucanglaban pada Selasa (19/6) lalu itu masih belum diketahui.

“Proses pencarian memang masih menelusuri wilayah pesisir dengan berjalan kaki,” kata Koordinator Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso.

NIHIL: Personel SAR Trenggalek sedang menelusuri pesisir selatan untuk mencari kedua korban kemarin (21/6).

NIHIL: Personel SAR Trenggalek sedang menelusuri pesisir selatan untuk mencari kedua korban kemarin (21/6). (SAR TRENGGALEK FOR RATU)

Menurut dia, pencarian dengan menggunakan perahu mustahil dilakukan.

Apalagi gelombang laut selatan terhitung tinggi beberapa hari belakangan. Sehingga untuk keselamatan bersama, akhirnya memilih untuk menempuh perjalanan darat menyusuri pesisir maupun tebing yang berhadapan dengan laut lepas.

“Penelusuran kami mulai sejak pagi hingga sore dengan jarak tempuh total 15 kilometer,” jelasnya.

Nawi-sapaan akrabnya-melanjutkan, proses pencarian memang harus dilakukan hingga pantai sekitar. Alasannya, arus laut yang besar memunculkan kemungkinan jika kedua orang itu terseret ke pinggir. Alhasil, pencarian diperluas hingga Pantai Glogok dan Pantai Sine yang berada di sisi barat.

“Dari perkembangan terbaru, arus laut justru mengarah ke barat. Namun kami tetap akan melakukan pencarian,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Heru Junianto mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah adanya peristiwa yang sama terulang. Apalagi di Pantai Kedung Tumpang sudah terjadi dua kali wisatawan tenggelam.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin keselamatan kepada wisatawan,” tuturnya.

Heru Jun-sapaan akrabnya-menambahkan, salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah pemasangan jaring di tebing yang berhadapan dengan laut lepas.

Namun, jaring tersebut hilang tersapu ombak dan sebagian sempat ditemukan di area Pantai Pacar. Padahal, pengaman ini cukup vital untuk meminimalkan peristiwa serupa terulang.

“Yang pasti, kami akan memikirkan kebijakan baru lagi. Agar para pengunjung tetap aman saat berada di lokasi wisata itu,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, libur Lebaran 2018 membawa petaka di area Pantai Kedung Tumpang, Kecamatan Pucanglaban.

Diduga karena tidak menghiraukan kondisi sekitar, Solikin dan anaknya yang bernama Gilang, warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, hilang tertelan ombak saat asyik berfoto pada Selasa (19/6) sekitar pukul 14.00. Sayangnya, proses pencarian kedua korban masih belum membuahkan hasil lantaran kondisi cuaca yang buruk. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia