Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

25 Warga Binaan Melakukan Perekaman e-KTP

26 Juni 2018, 09: 07: 33 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

AGAR BISA MENCOBLOS: Warga binaan saat melakukan perekaman e-KTP di aula Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin (25/6).

AGAR BISA MENCOBLOS: Warga binaan saat melakukan perekaman e-KTP di aula Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin (25/6). (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG- Sebanyak 25 warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menjalani perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kemarin (25/6).

Itu terkait pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) dan pemilihan gubernur (pilgub) besok. Para warga binaan tersebut harus menjalani perekaman, karena tidak diketahui identitasnya di data base Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung.

Sama seperti perekaman pada umumnya, setiap warga binaan yang melakukan perekaman wajib diambil gambar atau foto. Selanjutnya scan sidik jari, tanda tangan, dan iris mata.

Kepala Dispendukcapil Tulungagung M Justi Taufik menyatakan, data awal yang diterimanya, ada sekitar 200 lebih warga binaan yang belum perekaman. Namun setelah diverifikasi, hanya 25 yang dinyatakan tidak ada di data base.

“Karena itulah harus perekaman ini,” uangkapnya.

Dia mengaku, sudah menyetorkan data yang dimiliki terkait hasil verifikasi yang dilakukannya ke pihak lapas.

Dispendukcapil juga berkoordinasi dengan KPU Tulungagung. Untuk selanjutnya, dispendukcapil menyerahkan kepada KPU Tulungagung selaku penyelenggara pemilu.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Ery Taruna menyatakan, sebelumnya pihak lapas sudah meminta kartu keluarga (KK) ataupun KTP kepada para keluarga warga binaan. Tujuannya berkaitan dengan verifikasi data. Namun sejak dilakukan sekitar satu bulan lalu, hanya terkumpul tak kurang dari 10 KK ataupun KTP.

“Karena itulah dilakukan perekaman ini. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti dispendukcapil dan KPU Tulungagung tentunya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pada hari pemungutan suara 27 Juni, dipastikan sudah ada tempat pemungutan suara (TPS) di lapas. Dimaksudkan  untuk memudahkan warga binaan yang memiliki hak pilih, memberikan pilihannya.

“Jadi ada TPS yang memang ditempatkan di lapas,” jelasnya. (wen/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia