alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dua SMAN Di Tulungagung Kurang Siswa

30 Juni 2018, 09: 36: 23 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis SMAN Kurang Siswa

Grafis SMAN Kurang Siswa (HENDRA NOVIAS/RATU)

TULUNGAGUNG - Jalur pendaftaran peserta didik baru (PPDB) dengan cara online di Kota Marmer masih belum menghasilkan persebaran calon siswa baru di semua sekolah jenjang sekolah menengah atas negeri (SMAN). Hingga pengumuman penerimaan lewat jalur tersebut kemarin (29/6), sejumlah sekolah belum memenuhi pagu.

Berdasarkan rekapitulasi Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung, terdata sejumlah sekolah belum bisa penuhi pagu. “Terutama sekolah pinggiran,” jelas Kepala Cabdispendik Jatim wilayah Tulungagung Solikin.

Dia mengatakan, dari 19 SMA/SMK di Kota Marmer ikut jalur online, peminat di 8 SMKN lebih membeludak daripada di 11 SMAN yang tersedia. Terbukti, seluruh SMKN di Tulungagung bisa penuhi pagu. “Mulai kini, favorit calon peserta didik baru ke SMKN. Tahun ini pagu SMKN penuh seratus persen,” jelasnya.

SERIUS: Orang tua dan calon peserta didik melihat pengumuman seleksi jalur online di SMKN 1 Boyolangu, kemarin (29/6).

SERIUS: Orang tua dan calon peserta didik melihat pengumuman seleksi jalur online di SMKN 1 Boyolangu, kemarin (29/6). (AGUS DWIYONO/ RATU)

Beda di SMAN masih ada kurang penuhi pagu. Termasuk SMAN 1 Kalidawir dan SMAN 1 Pakel. Sekolah tersebut belum penuhi pagu yang ditetapkan. Yakni SMAN 1 Kalidawir 286 pagu online, SMAN 1 Pakel 294 pagu online. “Kurang 40 siswa SMAN 1 Pakel, SMAN 1 Kalidawir kurang 147 siswa,” ungkapnya.

Menurut dia, belum terpenuhi pagu di dua SMAN itu karena rata-rata calon peserta didik baru memilih kewilayah kota dan lebih melirik SMKN.

Untuk sekolah tak penuhi pagu dari provinsi akan memberi kebijakan membuka kembali pendaftaran jalur online. “Belum bisa ditentukan jadwalnya. Kemungkinan 7–8 Juli di dua sekolah itu akan membuka pendaftaran kembali. Kalau tetap kurang, terpaksa harus menerima kondisi tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tulungagung Rofik Suyadi mengatakan, semua mulai pendaftaran online dibuka hingga pengumuman kemarin berjalan lancar di sekolahnya. “Sudah terpenuhi pagunya dan proses PPDB berjalan lancar,” jelasnya.

Dia menambahkan, setelah pengumuman jalur online, setiap calon peserta didik baru yang diterima akan daftar ulang. “Sebelum pembelajaran, calon peserta didik terlebih dahulu dikenalkan lingkungan sekolah,” ujarnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia