Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Politik

Margiono Melawan, SahTo Syukuran

30 Juni 2018, 09: 49: 22 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

OPTIMISTIS : Margiono - Eko Prisdianto saat rilis pers di posko kemenangannya, kemarin (29/6)

OPTIMISTIS : Margiono - Eko Prisdianto saat rilis pers di posko kemenangannya, kemarin (29/6) (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG - Dalam hasil real count KPU Tulungagung, meski menunjukkan keunggulan sementara pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (SahTo), ternyata belum mematahkan semangat paslon Margiono-Eko Prisdianto di kancah pemilihan kepala daerah (pilkada).

Indikasinya, paslon nomor urut 1 itu sekarang menghimpun data terkait berbagai dugaan politik uang dalam pertarungan memperebutkan pucuk pimpinan di Kota Marmer ini.      

Margiono mengatakan, bersama tim pemenangannya masih menginventaris dan menghimpun data pelanggaran pesta demokrasi, termasuk praktik politik uang. Jika nanti sudah selesai, akan segera melapor ke pihak terkait. Dalam hal ini panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu).

GRAFIS PERKEMBANGAN PILKADA DI TULUNGAGUNG

GRAFIS PERKEMBANGAN PILKADA DI TULUNGAGUNG (HENDRA NOVIAS/RATU)

“Tulungagung harus melaksanakan pemilihan yang jujur, bersih, dan adil. Saya dan tim masih merekap temuan-temuan itu,” katanya saat didampingi Eko Prisdianto beserta para partai pengusungnya dalam rilis pers kemarin (29/6).

Di kesempatan itu, dia juga menyampaikan terkait penghitungan ulang di beberapa TPS. Termasuk terjadi di wilayah Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung. Setelah dihitung ulang, paslon Margiono-Eko bisa unggul dari paslon lainnya.

“Bisa salah saat penghitungan atau pun kesalahan lokal yang menunjukkan gambar tak sesuai. Ini yang nanti kami telusuri,” ujarnya.

Disinggung terkait hasil perolehan suara sementara, dia tidak banyak memberikan komentar dan menyatakan no comment. Alasannya, yang ada sekarang baru hasil penghitungan sementara. Hasil penghitungan resmi atau akhir belum ada. Hasil akhir tentunya ketika sudah resmi diputuskan KPU Tulungagung selaku penyelenggara pemilihan umum.

“Belum final. Hanya penghitungan sementara,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, anggota Panwaslu Tulungagung, Mustofa menegaskan, hingga sekarang belum ada laporan yang diterima terkait pelanggaran pilkada. Yang ada sementara hanya dugaan, termasuk politik uang. Dugaan itu belum bisa masuk kategori pelaporan. Sebab, belum memenuhi unsur pelaporan secara materiel maupun formal.

Tentu pihak yang melaporkan pun diberikan kesempatan untuk melangkapinya. “Laporan bukan berarti ditolak. Jika nanti sudah memenuhi unsur pelaporan, akan diregistrasi dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di lain pihak, beragam cara ditunjukkan para pendukung SahTo mensyukuri keunggulan dalam perolehan suara sementara, yakni menggelar aksi long march diikuti ratusan orang pada Kamis (28/6) malam.

Dimulai dari posko pemenangan SahTo di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, long march menuju rumah Syahri Mulyo di kawasan Ngantru.

Sepanjang jalan yang dilalui, peserta long march meneriakkan kemenangan SahTo. Meskipun kini masih hasil penghitungan sementara.

Setibanya di rumah Syahri Mulyo, para peserta disambut langsung Wiwik Syahri Mulyo. Selanjutnya peserta beristirahat di sana.

“Ini wujud dukungan SahTo dan merayakan kemenangan,” ungkap salah seorang peserta Asmungi.

Dio Jordy Alvian, anak kandung Syahri Mulyo yang juga menyambut para peserta long march mengaku, apa yang dilakukan para pendukung atau pun relawan merupakan bukti nyata kecintaan kepada SahTo.

“Walaupun bapak (Syahri, Red) ‘terjatuh’, tapi masyarakat Tulungagung yakin bapak tetap tegar. Bukti ketulusan masyarakat Tulungagung,” katanya.

Apa kemenangan SahTo sudah dikabarkan kepada bapak? Pria ramah itu menyatakan, sudah memberitahukan kemenangan tersebut. Yakni dengan mengirim surat. Namun, hingga kini belum ada balasan dari Syahri Mulyo.

“Terakhir komunikasi sebelum Lebaran lalu. Bapak berpesan tetap semangat memenangkan SahTo,” jelasnya.

Sementara itu, kemarin (29/6) penghitungan perolehan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Tulungagung digelar di tingkat kecamatan. Seperti terlihat di kantor Kecamatan Tulungagung. Di sana dilaksanakan penghitungan perolehan suara dari setiap TPS di wilayah kecamatan tersebut.

Mekanismenya, dari panitia pemungutan suara (PPS) melaporkan hasil dari TPS. Selanjutnya dicatat dan direkap oleh kecamatan, dalam hal ini KPPS kecamatan.

“Alhamdulillah proses di kecamatan berjalan lancar,” ungkap Ketua KPPS Kecamatan Tulungagung M. Choirul Anam. (wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia