Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Pengelolaan Retribusi di Trenggalek Tembus 43,2 Persen

30 Juni 2018, 10: 34: 20 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PELAYANAN : Salah seorang petugas tengah membantu warga mengeluarkan kendaraan dari area parkir di jalan Jalan RA Kartini, Ngantru, kemarin (29/6).

PELAYANAN : Salah seorang petugas tengah membantu warga mengeluarkan kendaraan dari area parkir di jalan Jalan RA Kartini, Ngantru, kemarin (29/6). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Di semester pertama tahun ini, realisasi pendapatan daerah dari pos retribusi pelayanan parkir masih berkisar di angka 40 persen. Diduga, ini terjadi karena pemerintah daerah hanya bisa bergantung pada loyalitas pemilik kendaraan dalam membayar retribusi tersebut. “Selain itu, perilaku pemilik kendaraan juga menjadi faktor.

Misalnya tidak membayar pajak tahunan sekaligus parkir berlangganan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Trenggalek Sigid Agus Hari Basuki, kemarin (29/6).

Ada empat jenis retribusi yang saat ini dikelola, yakni retribusi parkir di tepi jalan umum, retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi terminal, dan retribusi denda retribusi.

Sigid–sapaannya-mengungkapkan, target yang paling besar ada di retribusi parkir di tepi jalan umum, yakni sebesar Rp 4,2 miliar tahun ini. Bahkan, dari laporan terakhir yang dia terima di bulan Juni ini, pendapatan dari retribusi parkir di tepi jalan umum sekitar Rp 1,7 miliar atau sekitar 40,5 %  dari target yang ditetapkan. 

Sedangkan untuk retribusi pengujian kendaraan masih dicapai sekitar 58,5 %. Untuk target yang ditetapkan sebesar Rp 600 juta dan laporan yang masuk menyebutkan angka sekitar Rp 251 juta.

Begitu juga dengan retribusi terminal MPU, dari target Rp 100 juta tahun ini masih diperoleh Rp 60,5 juta atau sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, potensi pendapatan retribusi terminal ini cukup realistis dengan kondisi moda transportasi umum yang kian tergerus oleh perkembangan zaman.

“Retribusi denda retribusi sebesar Rp 8 juta, saat ini tercapai sekitar 90 persen, nanti kita revisi di perubahan anggaran,” katanya.

Secara keseluruhan, pengelolaan retribusi yang selama ini menjadi tanggung jawabnya telah tercapai sekitar 43,2 %. Selama ini, penetapan target didasarkan pada tingkat pertumbuhan atau pendapatan dari retribusi. Sehingga angka yang ditetapkan dalam target bukanlah pendapatan pasti yang bakal diterima oleh pemerintah.

“Retribusi itu kan soal potensi yang dikalikan dengan tarif,” katanya.

Khusus untuk retribusi parkir kendaraan di tepi jalan umum, pihaknya sengaja bekerja sama dengan dinas pendapatan provinsi dan pihak kepolisian. Lantaran diakumulasi menjadi parkir berlangganan yang pemungutannya digabungkan pada saat pemilik kendaraan membayar pajak tahunan, khusus untuk kendaraan dari Trenggalek. Sedangkan untuk yang luar daerah ditarik secara manual.

“R2 tarifnya Rp 500, sedangkan R4 Rp 1000,” jelasnya.

Pihaknya tidak menampik nilai tersebut untuk saat ini sudah tidak begitu relevan. Sehingga kini sedang diusulkan untuk besaran tarif retribusi parkir kendaraan di tepi jalan umum tersebut. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia