Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Timah Panas Menancap di Kaki Pembobol Tiga Ruko

02 Juli 2018, 09: 55: 39 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KAPOK: Tersangka pembobol tiga ruko di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Rudi, saat digelandang ke RS Bhayangkara

KAPOK: Tersangka pembobol tiga ruko di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Rudi, saat digelandang ke RS Bhayangkara (RIDHO WISNU INDARTO/RATU)

TULUNGAGUNG –  Maling spesialis pembobol rumah toko (ruko) di Kecamatan Ngantru, Hadi, warga Desa Madyopuro, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, terpaksa dihadiahi timah panah dari polisi, kemarin (30/6) malam. Pria 45 tahun tersebut hendak melarikan diri saat digiring aparat ke tempat kejadian perkara (TKP) sehingga dua pelor menancap di kedua kakinya.

Kini pencuri itu dirawat di RS Bhayangkara untuk mengeluarkan timah pasang yang telah bersarang di kakinya.

 Dari informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, pelaku diduga sebagai pembobol tiga tempat sekaligus dalam semalam. Di antaranya Ruko Gudang Kapuk milik  Tjong Agung Suryawijaya dan Koperasi Mitra Cipta Usaha. Keduanya di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru. Dia ditangkap saat berada di rumahnya. Lantas polisi menggiring untuk menunjukkan TKP, tersangka mencoba melarikan diri.

“Pelaku sudah kami ingatkan dengan tembakan peringatan karena tetap bersikukuh melarikan diri. Dari tim terpaksa melumpuhkannya,” tegas Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji kemarin (1/7).   

Dia mengatakan, dari hasil penangkapan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa empat buah handphone (HP) merek Oppo beserta kardus, sebuah HP Andromax Smartfren beserta kardus, sebuah HP merek Xiaomi Redmi 5A beserta kardus, sebuah HP merek Vivo beserta kardus, dan uang tunai Rp 150 ribu rupiah dari tangan pelaku.

Terkait pengungkapan kasus, lanjut dia, bermula dari informasi yang diperoleh polisi jika ada salah satu HP yang hilang di Ruko Gudang Kapuk dijual di daerah Malang. Di situ, delapan anggota Polres Tulungagung dibantu beberapa anggota Polres Malang menyelidiki lebih lanjut.

Hasilnya, pelaku dibekuk saat berada di rumahnya. Saat diinterogasi, pelaku mengaku dapat HP dari membeli. Karena dugaan penyelidikan mengarah kepada pelaku, kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumahnya. Ditemukan sejumlah barang bukti “Setelah tim kami melakukan penggeledahan, ternyata barang-barang yang ditemukan sesuai dengan barang yang hilang di dalam toko milik korban,” ujarnya.

“Awalnya pelaku terus mengelak dari interogasi dari tim kami. Namun setelah digeledah dan ditemukan barang bukti, akhirnya mengakui,” tambahnya.

Dari keterangan tersangka, kata dia, saat beraksi hanya diajak temannya bernisial P yang masih buron. “Jadi keduanya dari Malang ke Tulungagung naik bus, kemudian turun di TKP Ngantru sekitar pukul 21.00,” jelasnya.

Di samping itu, pelaku sudah berniat melakukan tindakan jahat dengan membawa beberapa peralatan dari Malang seperti obeng, linggis kecil, dan bor manual. “Tempat operasinya tidak menentukan target. Kedua pelaku dalam semalam berhasil membobol tiga ruko dan brankas milik koperasi,” terangnya.

Dia menambahkan, kini polisi masih memeriksa pelaku untuk menguak keberadaan temannya berinisial  P. “Kami akan mengecek apakah tersangka residivis atau tidak. Tersangka didakwa pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (c1/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia