Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK Kembali Periksa Sejumlah Pejabat

Kamis, 05 Jul 2018 11:20 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

TULUNGAGUNG - Tak sedikit pejabat di Pemkab Tulungagung terseret dalam pusaran kasus yang membelit Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tulungagung Sutrsino.

Tim dari Komisi Komisi Korupsi (KPK) terus bergerak untuk mengumpulkan data dalam mengurai benang merah pascaoperasi tangkap tangan (OTT) di Blitar pada awal Juni lalu yang juga melibatkan calon bupati (cabup) Tulungagung Syahri Mulyo.        

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, lembaga antirasuah itu sejak datang pada Jumat (30/7) lalu dan sudah memeriksa sejumlah pejabat.

Di antaranya Kapala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Evi Purvitasi, Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Tulungagung, Zamrotul Fuad, dan Kepala Subbagian (Kasubbag) Pengendalian Bagian Pembangunan Pemkab Tulungagung sekaligus koordinator Unit Layanan Pengadaan (ULP) Okisakti Nugroho Jati.

Dikonfirmasi, Okisakti Nugroho Jati membenarkan diperiksa KPK. Namun dia enggan membeberkan apa saja meteri pemeriksaan.

“Iya, memang kemarin dimintai keterangan mulai 13.00 sampai jam 15.00," ujarnya saat ditemui di kantornya, kemarin (4/7).

Dia mengaku sempat menceritakan soal proses lelang pengadaan barang dan jasa yang selama ini di bidanginya kepada penyidik KPK. Namun, dia tidak bisa membeberkan detail ke public karena proses hukum masih berjalan.  

Dari pantauan di lapangan, kantor dinas PUPR yang menjadi tempat bekerja Sutrisno, tidak ada gejolak berarti. Semua berjalan seperti biasa. Para pegawai juga melaksanakan tugas masing-masing.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menyatakan, apa yang dilakukan KPK merupakan pemeriksaan saksi-saksi. Yakni untuk menambah keterangan atau pun informasi yang sudah diperoleh ketika penangkapan pada Ramadan lalu. Selain pemeriksaan terhadap saksi, KPK turun ke lapangan.

“Dari polres hanya mengamankan kegiatan dan menyediakan tempat untuk pemeriksaan yang dibutuhkan KPK,” jelasnya.

Ditanya terkait lokasi mana saja yang dituju KPK, dia tidak mengetahui secara pasti. Namun hanya mengatakan ada sekitar lima titik. “Yang jelas kami siapkan satu unit untuk pengamanan. Selain di Tulungagung, KPK juga melaksanakan kegiatan di wilayah Blitar,” katanya.

Apa ada yang diamankan dan dibawa KPK? Dia mengaku hanya dimintai keterangan. Namun tetap perlu konfirmasi atau pun cek langsung kepada tim KPK. Sebab, Polres Tulungagung hanya mengawal dan menyediakan tempat untuk pemeriksaan. (wen/ed/din) 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia