alexametrics
Senin, 13 Jul 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kurang Siswa, PPDB SMPN Diperpanjang

06 Juli 2018, 10: 52: 56 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

HARUS JEMPUT BOLA : Panitia PPDB SMPN 6 Trenggalek menerima calon pendaftar yang diteruskan dengan mencoba seragam gratis yang diberikan sekolah.

HARUS JEMPUT BOLA : Panitia PPDB SMPN 6 Trenggalek menerima calon pendaftar yang diteruskan dengan mencoba seragam gratis yang diberikan sekolah. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Persebaran siswa SMPN di Kota Keripik Tempe masih belum merata. Buktinya, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN yang ditutup kemarin (5/7), ada SMPN yang kekurangan siswa. Seperti terlihat di SMPN 6 Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, sejak PPDB dibuka pada Senin (2/7) lalu hingga Rabu (4/7) lalu, sekitar satu jam sebelum PPDB ditutup pukul 12.00 tercatat hanya ada 79 calon siswa yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, sekolah masih kekurangan 81 siswa dari jumlah pagu total sebanyak 160 siswa.

“Inilah yang terjadi setiap kali PPDB. Padahal sekolah lainnya pagu mencapai 288 siswa tetap saja terpenuhi, bahkan lebih,” ungkap Kepala SMPN 6 Trenggalek Sri Sumiwik.

Dia melanjutkan, sebenarnya pihaknya berupaya mengenalkan sekolah kepada calon pendaftar melalui lomba MIPA. Selain itu, juga ada guru yang jemput bola di beberapa sekolah yang kelebihan pendaftar, dengan cara memberi arahan pendaftar yang tidak diterima di sekolah bersangkutan, agar mau mendaftar di SMPN 6. Namun, hal itu belum cukup bisa menarik lulusan SD agar mau mendaftar.

“Jika ada yang mau mendaftar di sekolah ini, dipastikan akan langsung diterima dan kami juga memberi empat pasang seragam gratis hasil iuran guru-guru agar ada siswa yang mau mendaftar,” katanya.

Sebenarnya, jumlah pendaftar sejauh ini lebih banyak dibandingkan dengan pendaftar tahun sebelumnya sebanyak 68 siswa. Namun belum terpenuhinya pagu itu dipastikan sekolah mengurangi rombongan belajar (rombel). Dari lima rombel dengan jumlah maksimal 32 siswa per rombel, menjadi tiga rombel.

“Jika ada satu yang mendaftar lagi, kami bisa membuka empat rombel. Sebab, dalam aturannya, setiap rombel harus berisi minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Janjang Suherlin. Dia menyampaikan, selain di SMPN 6 Trenggalek, masih ada beberapa SMPN lagi yang melapor jika kekurangan siswa dalam PPDB kali ini. Namun untuk jumlah pastinya, dirinya belum bisa menyampaikan secara pasti, mengingat belum ada laporan resmi terkait hal itu.

“Laporan masih sebatas lisan melalui telepon saja. Makanya saat ini kami belum bisa merekap berapa kekurangan siswa berdasarkan jumlah pagu dan pendaftar,” terangnya.

Kendati demikian, bagi beberapa SMPN yang pagunya belum terpenuhi, diperbolehkan memperpanjang pendaftaran. Ini berpedoman pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) PPDB yang disosialisasikan. Jika ada sekolah yang kekurangan pendaftar berdasarkan jumlah pada pagu, boleh melakukan perpanjangan pendaftaran hingga Sabtu (14/7) mendatang.

“Jadi masih ada waktu menambah siswa sebelum tahun ajaran baru 2018/2019 ini. Semoga saja itu dimanfaatkan guru sekolah bersangkutan untuk melakukan berbagai upaya agar ada siswa yang mau mendaftar,” jelasnya. (jaz/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia