Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Golongan Darah A Minim

07 Juli 2018, 10: 25: 48 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENIPIS: Salah seorang petugas menunjukkan stok darah di PMI kemarin (6/7).

MENIPIS: Salah seorang petugas menunjukkan stok darah di PMI kemarin (6/7). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Stok darah di unit donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Tulungagung menipis. Ini merupakan imbas libur Lebaran lalu. Sebab, saat libur Lebaran, jumlah donor darah tidak sebanyak hari biasa. Padahal, kebutuhan darah terus ada hingga sekarang.

Manajemen Mutu Unit Donor Darah PMI TulungagungSutikno Priyono mengatakan, selama Ramadan, jumlah donor menurun. Pasalnya, banyak yang menjalankan ibadah puasa. Ini membuat pasokan berkurang. Sementara permintaan darah terus ada. Hingga kini, stok darahdi PMI tergolong minim. Terutama golongan darah A yang hanya tersisa 17 kantong. Untuk golongan darah B 142 kantong, O 148 kantong, dan AB 47 kantong.

“Itu stok golongan darah kami hingga hari ini (kemarin, Red). Masih sangat kurang untuk dapat memenuhi permintaan,” ungkapnya kemarin (6/7).

Sutikno mengatakan, menipisnya pasokan golongan darah A juga dialami sejumlah daerah lain. Di antaranya Trenggalek dan Blitar.

Sebenarnya, PMI memiliki donor aktif. Namun, para donor mereka belum kembali maksimal pascabulan puasa lalu. Dalam sehari, PMI menerima rata-rata 40 hingga 50 donor. Sedangkan untuk permintaan darah dalam sehari, baik dari sejumlah rumah sakit di Tulungagung dan luar daerah, sekitar 30 hingga 40 permintaan kantong darah.

Untuk menambah pasokan, PMI siap melakukan berbagai upaya. Salah satunya jemput bola pada calon pendonor. Ini dilakukan di beberapa instansi pemerintah, sekolah, rumah ibadah, dan tempat umum lainnya. Ini termasuk di tingkat kecamatan atau pun desa.

Kekurangan darah akan berdampak terhadap kesehatan pasien yang sedang mengalami pengobatan medis.

Pria ramah itu tidak menampik jika permintaan darah terus ada dari rumah sakit. Karena itulah, diharap masyarakat berpartisipasi menjadi donor. Selain itu, donor aktif diharapkan segera pulih sehingga dapat kembali mendonorkan darahnya.

“Masyarakat ikut program donor darah yang diadakan PMI. Karena biar bagaimana pun, satu kantong darah dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Syarat untuk menjadi pendonor cukup mudah. Yakni minimal berusia 17 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, serta dalam kondisi sehat dan fit. Jika masyarakat ragu dengan kondisi kesehatannya, dapat memeriksakan kondisi fisik terlebih dahulu.  (c2/ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia