Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Sejumlah Parpol Kesulitan Galang Caleg

16 Juli 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS SEPUTAR CALEG

GRAFIS SEPUTAR CALEG (Alwik Ruslianto/RATU)

TRENGGALEK – Dua hari jelang masa berakhirnya masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg), belum ada satu pun partai politik (parpol) yang menyerahkan dokumen pendaftaran. Diduga hal ini terjadi karena sulitnya mencari calon legislatif (caleg) untuk periode 2019-2024.

“Hingga saat ini belum ada perkembangan (belum ada yang menyerahkan dokumen pendaftaran, Red). Gak tahu kalau nanti malam,” kata Ketua KPU Trenggalek Suripto, pukul 17.05 kemarin (17/7).

Masa penyerahan dokumen berkas pendaftaran bakal calon ini dimulai sejak tanggal 4 Juli lalu hingga 17 Juli (besok lusa, Red).

Sebelum menyerahkan dokumen tersebut, parpol memang melakukan input data di aplikasi milik KPU. Yakni sistem informasi pencalonan (silon). Pas proses input data tersebut, parpol lantas membawa print out dokumen yang telah di-upload dalam aplikasi tersebut.

Suripto mengungkapkan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pileg dan Pilpres 2019 tidak sama dengan jumlah DPT dalam pilgub akhir Juni lalu. Namun, pihaknya juga belum bisa menyebut angka pasti, lantaran saat ini masih dalam tahap perbaikan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHT) di tingkat KPU.

“Yang jelas berubah, selain karena angka kematian, jumlah pemilih baru pasti juga bertambah,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah ketentuan dalam proses demokrasi nanti juga berbeda dengan pilgub.

Jika sebelumnya batas maksimal DPT dalam satu tempat pemungutan suara (TPS) adalah 800 suara, pada pileg dan pilpres nanti ditetapkan maksimal 300 suara. Dampaknya, jumlah TPS yang ada di Kota Keripik Tempe ini jelas bertambah.

“Kisaran 2000 lebih TPS-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, perhelatan Pileg dan Pilpres 2019 menjadi hal baru bagi sejumlah parpol. Terutama partai baru peserta Pemilu 2019.

Kendati sebagian besar mengaku siap mengikuti Pemilu 2019, ada beberapa daerah yang dinilai cukup sulit untuk mendapatkan calon atau kader yang dirasa mampu untuk menjadi caleg.

“Persiapan kami sudah 90 persen lebih. Yang kita masukkan (daftarkan dalam silon, Red) temen-temen yang serius,” kata Rudi Harsono, Ketua DPC Partai Perindo Trenggalek, beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga tidak menampik jika bursa pencalegan untuk periode ini dirasa tidak mudah. Artinya, tidak gampang untuk mendapatkan calon yang sesuai dengan visi-misi partai. Menurutnya, salah satu faktor yang memicu kondisi tersebut adalah kurangnya pendidikan politik di Kota Keripik Tempe.

“Semua warga negara itu memiliki hak yang sama. Kalau menurut saya, orang baik itu harus berpolitik,” terang dia.

Hal senada disampaikan Feri Bagus Setiawan, Ketua DPC PSI Trenggalek. Sebagian besar dapil sudah terisi oleh kader atau bacaleg. Meski begitu, dia juga mengakui ada sejumlah dapil yang dinilai sulit mendapatkan caleg. Yakni dapil 2 (Kecamatan Kampak, Gandusari, Watulimo) dan dapil 3 (Kecamatan Munjungan, Panggul, dan Dongko).

“Panggul itu tercatat yang terbanyak pemilihnya, tapi antusiasme berpolitiknya masih kurang,” menurutnya. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia