Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tahan Kades Sumberingan Kulon Atas Dugaan Korupsi DD dan ADD

Rabu, 18 Jul 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENUNDUK MALU: Kepala Desa Sumberingin Kulon, Suprapto, saat dibawa polisi menuju tahanan, kemarin (17/7).

MENUNDUK MALU: Kepala Desa Sumberingin Kulon, Suprapto, saat dibawa polisi menuju tahanan, kemarin (17/7). (AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG - Dugaan korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD)  tahun anggaran 2015-2016 di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, masuki babak baru. Polisi menjerat tersangka dan menahan kepala desa (kades) setempat, Suprapto, kemarin (16/7). Diperkirakan akibat kasus tersebut, negara dirugikan sekitar Rp 500 juta.        

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, penyelewengan ADD dan DD  dilakukan tersangka saat menjabat sebagai kades.

Modus tersangka menilap uang negara yakni setelah DD dan ADD cair secara bertahap diambil bendahara dan kades. Lantas, dana tersebut sebagian diminta tersangka.

Dalam melaksanakan kegiatan, tersangka juga tidak melibatkan tim pelaksanaan kegiatan (TPK).

“Ada kegiatan tidak dilaksanakan, kegiatan di luar rencana anggaran dan biaya (RAB), surat pertanggungjawaban (SPJ) tidak ada bukti pendukung,” ungkapnya kemarin (17/7). 

Memang tersangka mengaku menggunakan uang sesuai RAB saat diperiksa. Namun saat dicek polisi ke lokasi, pelaksanaan pembangunan tidak sesuai RAB.

“Kasus ini kamikembangkan terus,”jelasnya.

Dia mengaku, proses penahanan tersangka pada Senin (16/7) kemarin sekitar pukul 17.30. Itu setelah pemeriksaan dan penetapan tersangka.

Untuk proses lebih lanjut, polisi mengamankan barang bukti sebelas jenis. Yakni satu bundel Permendes Nomor 5 Tahun 2015, satu bundel Permendes Nomor 21 Tahun 2015, satu bundel Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, satu bundel Kemendagri Nomor 114 Tahun 2015, serta fotokopi Perdes Sumberingin Kulon Tahun 2015 dan 2016 tentang APBDes yang dilegalisasi.

“Ada fotokopi dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) DD tahun anggaran 2015 dan 2016 yang dilegalisasi,” jelasnya.

Selain itu, mengamankan fotokopi laporan realisasi penggunaan DD tahun anggaran 2015 dan 2016 dari pemerintah Desa Sumberingin Kulon yang dilegalisasi dan fotokopi laporan realisasi penggunaan ADD 2015 dan 2016 yang dilegalisasi pemerintah desa setempat.

“Juga mengamankan dua buku catatan pengeluaran khusus harian DD dan ADD tahun 2015, serta satu buku catatan pribadi penggunaan DD dan ADD 2016 yang di dalamnya terdapat kuitansi, lembar bukti pembayaran pajak negara, dan satu surat keputusan pengangkatan kepala desa,” ujarnya.

Tersangka bakal didakwa pasal 2 ayat 1 pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 penjara.

Sementara itu, Muhamad Syaeroji, penasihat hukum Suprapto, bakal mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Sebab, Suprapto masih menjabat sebagai kades dan dibutuhkan keluarga sebagai tulang punggung.

“Dia masih sebagai kades dan dibutuhkan warga. Penangguhan penahanan tersebut jaminannya yakni istri kepala desa tersebut,” ungkapnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia