Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Perangkat Desa Tidak Kaget Kades Sumberingin Kulon di Tahan

Kamis, 19 Jul 2018 15:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KORUPSI : Kades Sumberingin Kulon, Suprapto saat digiring polisi ke Penjara

KORUPSI : Kades Sumberingin Kulon, Suprapto saat digiring polisi ke Penjara (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Langkah polisi menjerat tersangka dan menahan Kepala Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut Suprapto, tidak membuat kaget perangkat desa setempat. Sebab, dugaan penyelewengan alokasi dan desa (ADD) dan dana desa (DD) pada tahun 2015-2016 sudah berembus lama.

Selain itu, proses pelayanan di pemerintahan desa tersebut hingga kini tetap berjalan, meski kepala desa (kades) setempat dijebloskan ke bui.

“Ada beberapa warga menanyakan, tapi mayoritas sudah mengetahui. Kasus ini sudah lama, jadi tidak kaget,” ungkap Kasi Pemerintahan Desa Sumberingin Kulon Tri Wahyudi kemarin (18/7).

Dia mengakui, pelayanan kepada warga tetap berjalan lancar. Meski hingga kini belum dapat surat pemberitahuan resmi atau surat pengganti kades untuk sementara dari pihak kecamatan.

“Jika ada warga meminta permohonan tanda tangan bersifat ringan, bisa dilakukan sekretaris desa. Kalau bersifat berat, masih menunggu instruksi dari kecamatan,” jelasnya.

Menurut dia, masa jabatan kades Sumberingin berakhir pada 2019 mendatang. Berhubung tersandung dugaan penyelewengan uang negara, warga tetap bersabar dan legowo.

“Semua bukti sudah di tangan polisi. Ya seperti itulah, sesuai yang diungkap polisi,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut terus berjalan.

“Semuabarang buktisudah ada. Dalam waktu dekat akan kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Namun, untuk sementara ini polisi bakal memeriksa lagi berbagai saksi dari unsur warga, perangkat desa, dan lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan memeriksa saksi lagi. Untuk pengacara yang mengajukan penangguhan penahanan sudah diproses. Karena itu hak korban untuk membela diri,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi ADD dan DD  tahun anggaran 2015-2016 di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, masuk babak baru. Polisi menjerat tersangka dan menahan kades setempat, Suprapto, kemarin (16/7). Diperkirakan, akibat kasus tersebut negara dirugikan sekitar Rp 500 juta.        

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, penyelewengan ADD dan DD  dilakukan tersangka saat menjabat sebagai kades.

Modus tersangka menilap uang negara, yakni setelah ADD dan DD cair secara bertahap diambil bendahara dan kades. Lantas, dana tersebut sebagian diminta tersangka.

Dalam melaksanakan kegiatan, tersangka tidak melibatkan tim pelaksanaan kegiatan (TPK).

“Ada kegiatan tidak dilaksanakan. Kegiatan di luar rencana anggaran dan biaya (RAB) serta surat pertanggungjawaban (SPJ) tidak ada bukti pendukung,” ungkapnya kemarin (17/7).  (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia