Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Hanya Sembilan Puskesmas Ramah Anak

20 Juli 2018, 12: 10: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

RAMAH ANAK: Salah satu pasien anak sedang asyik bermain sambil menunggu berobat di Puskesmas Kedungwaru, kemarin (19/7).

RAMAH ANAK: Salah satu pasien anak sedang asyik bermain sambil menunggu berobat di Puskesmas Kedungwaru, kemarin (19/7). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Target Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung untuk mewujudkan Kota  Marmer sebagai kabupaten layak anak (KLA), dengan cara membangun seluruh puskesmas menjadi ramah anak, hingga kini belum bisa. Meski demikian, upaya terus dilakukan dinas terkait agar kondisi tersebut bisa tercapai. 

Dari 32 puskesmas, baru sembilan puskesmas masuk kategori ramah anak.

“Program puskesmas ramah anak sejak 2017 lalu,” jelas Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Tulungagung Lis Wulandari kemarin (19/7). 

Sembilan puskesmas ramah anak itu, di antaranya Puskesmas Ngunut, Balesono, Beji, Boyolangu, Bandung,  Kauman, Ngantru, Pucung Lor, dan  Kedungwaru.

“Sebelumnya ada delapan, lalu tahun ini tambah Puskesmas Kedungwaru yang memenuhi kriteria puskesmas ramah anak,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, terdapat tiga puskesmas mempersiapkan menjadi puskesmas ramah anak. Indikator puskesmas ramah anak antara lain, memiliki tenaga kesehatan minimal dua orang yang kompetensi dan sudah terlatih konvensi hak anak (KHA); tersedianya media dan materi komunikasi informasi edukasi (KIE) terkait kesehatan anak; tersedianya ruang pelayanan konseling khusus bagi anak; dan tersedia ruang tunggu atau ruang bermain bagi anak yang aman. Nantinya, ruang tunggu atau bermain ini akan diisi dengan alat permainan yang dapat mengedukasi anak.

“Ruang tunggu bagi anak harus dipisah dari ruang tunggu pasien dewasa. Itu menjadi salah satu syarat puskesmas ramah anak,” jelas wanita berhijab ini.

Selain mewujudkan puskesmas ramah anak, nantinya pemerintah akan membuat posyandu ramah anak. Itu agar anak dapat memenuhi haknya dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Hal senada disampaikan Pelaksana Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Kedungwaru Dwi Purnawati. Dia mengatakan, dengan adanya program puskesmas ramah anak, diharapkan anak dapat memenuhi haknya memperoleh hak kesehatan.

“Di puskesmas, kami punya tiga tenaga kesehatan yang sudah ikut pelatihan. Diharapkan dapat menularkan ilmu kepada rekan yang lain,” ujarnya.

Mulanya, Puskesmas Kedungwaru memiliki program untuk mendeteksi kejadian penyimpangan pertumbuhan pada anak. Namun karena bersamaan dengan pemerintah daerah menggalakkan program puskesmas ramah anak, kedua program tersebut diwujudkan menjadi puskesmas ramah anak.

“Kami memiliki ruang tunggu yang dapat digunakan anak untuk bermain. Selain itu, permainan yang disediakan juga dapat membantu mendeteksi penyimpangan pertumbuhan anak,” jelasnya.

Menurut dia, selain puskesmas ramah anak, posyandu ramah anak juga menjadi hal penting dalam mewujudkan agar anak-anak memperoleh hak layanan kesehatan.

“Semoga dengan puskesmas ramah anak ini, kebutuhan kesehatan anak dapat terpenuhi,” pungkasnya. (c2/ed/din) 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia