Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Obok-Obok Rumah Kasi Jalan

Sabtu, 21 Jul 2018 12:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TIDAK ADA YANG DIAMANKAN: Kegiatan tim KPK ketika di rumah Agus Sulistyono kemarin (20/7).

TIDAK ADA YANG DIAMANKAN: Kegiatan tim KPK ketika di rumah Agus Sulistyono kemarin (20/7). (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG - Aksi tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Marmer masih berlanjut. Giliran rumah Kepala Seksi (Kasi) Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tulungagung Agus Sulistyono diobok-obok. Diduga, ini masih terkait dengan kasus yang membelit Kepala Dinas PUPR Tulungagung Sutrisno yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Ramadan lalu.     

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, tim KPK tiba di rumah Agus Sulistyono, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, sekitar pukul 09.00. KPK menggunakan tiga mobil minibus hitam. Ditambah dua mobil yang dipakai personel dari Polres Tulungagung untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Setibanya di rumah yang dituju, tim KPK tidak langsung masuk dan menggeledah. Namun, tim mendatangi rumah ketua rukun tetangga (RT) setempat. Tujuannya, untuk diminta menjadi saksi penggeledahan. Sekitar 30 menit memeriksa, tim KPK keluar dengan membawa beberapa koper miliknya. Tak lama, tim langsung kembali ke Polres Tulungagung.

GRAFIS AKSI KPK DI TULUNGAGUNG

GRAFIS AKSI KPK DI TULUNGAGUNG (HENDRA NOVIAS/RATU)

Ketua RT 1/RW 2, Imam Sutaji mengaku didatangi tim KPK. Yakni diminta menyaksikan (sebagai saksi) ketika tim menggeledah rumah Agus Sulistyono.

“Mereka (KPK, Red) datang ke rumah saya. Saya diminta ikut untuk menjadi saksi,” ungkapnya.

Ketika tim KPK datang, pemilik rumah masih berada di kantor seperti biasa. Namun akhirnya diminta pulang ke rumah.

“Kurang lebih setengah jam memeriksa rumah itu. Tidak ada yang dibawa tim KPK, kecuali tas punggung dan koper milik mereka sendiri,” jelasnya.

Ruangan mana saja yang diperiksa? Dia hanya mengetahui kamar-kamar, terutama milik Agus.

“Saya hanya duduk menyaksikan dari ruang tamu,” ujarnya.

Dia mengaku, Agus Sulistyono sudah lama tinggal di rumah tersebut. Dalam kesehariannya, Agus dikenal ramah dan kerap bersosialisasi dengan warga lain.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, tim KPK ternyata juga menggeledah sebuah gudang di wilayah Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Namun di lokasi itu tim KPK tidak membawa dokumen untuk diamankan.

Terkait kegiatan KPK di Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung Jarianto mengatakan, semua pihak harus menyadari dan mendorong agar semua permasalahan segera selesai.

Dia menegaskan, kegiatan KPK tidak berdampak dengan pemerintahan.

“Tidak ada masalah. Semua berjalan beriringan bersama-sama,” katanya di sela acara malam tirakatan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Kamis (19/7) malam.

Seperti diberitakan, tim KPK sudah berada di Tulungagung sejak Kamis lalu. Tim KPK ada empat sampai lima orang. Diperkirakan, mereka bakal berada di Tulungagung untuk beberapa hari ke depan. Beberapa lokasi yang sudah digeledah, di antaranya rumah kepala DPKAD, rumah sekretaris dinas PUPR, kantor DPKAD, dan rumah kabid tata ruang dinas PUPR. (wen/ed/din)    

 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia