Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Lahan Sawah Dua Kecamatan Rawan Kekurangan Air

25 Juli 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH CUKUP: Beberapa warga tampak memancing di Dam Pacar yang memiliki volume air cukup banyak.

MASIH CUKUP: Beberapa warga tampak memancing di Dam Pacar yang memiliki volume air cukup banyak. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Para petani di dua kecamatan, yakni Pakel dan Bandung, tampaknya harus mewaspadai puncak musim kemarau ini. Apalagi, dua kecamatan yang berada di wilayah selatan Kota Marmer ini merupakan wilayah rawan kekurangan air untuk pertanian.

“Dari sekian kecamatan yang ada di kabupaten ini, Pakel dan Bandung harus mengantisipasi sejak dini,” kata Kasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian (Disperta) Gatot Rahayu kemarin (11/7).

Menurut dia, di musim kemarau ini, hal yang paling dikhawatirkan petani memang lebih banyak untuk air. Meskipun ada sebagian wilayah sudah memasuki masa panen, tetap saja butuh suplai air untuk masa tanam selanjutnya. Jika tidak, tentunya bisa mengganggu pertumbuhan tanaman itu sendiri.

“Makanya, semua harus memantau ada tidaknya air dari sumber untuk dialirkan ke lahan persawahan,” jelasnya.

Gatot-sapaan akrabnya-melanjutkan, langkah antisipasi juga harus diterapkan di 17 kecamatan lainnya. Apalagi ini juga menyangkut ketersediaan pangan agar tetap stabil sebagaimana mestinya. Sehingga setiap proses tanam hingga panen harus tetap dijaga.

“Semua petani harus melakukan langkah antisipasi tanpa terkecuali,” ujarnya.

Salah satu langkah antisipasi yakni menyiapkan alat penyedot air berupa mesin diesel. Namun, semua juga bergantung ada tidaknya air yang berasal dari sumber atau sungai di sekitar lahan pertanian bersangkutan. Jika sumber air tetap stabil, tentunya tidak ada masalah lagi. Itu karena bisa langsung disedot dan dialirkan ke lahan pertanian yang membutuhkan tambahan pasokan air.

“Diesel penyedot air pun harus disiapkan,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan Koran ini, di beberapa aliran sungai masih terhitung memiliki volume yang mencukupi. Seperti di Dam Pacar yang berada di pinggir jalur utama Boyolangu-Sumbergempol, masih bervolume yang cukup banyak. Sehingga sampai kini masih sering digunakan warga sekitar untuk mencoba peruntungan dengan bermain joran pancing. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia