Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Eks Pabrik Retjo Pentung Terbakar

Sabtu, 28 Jul 2018 14:50 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TAK ADA KORBAN: Personel damkar berusaha memadamkan api dengan menyemprotkan air, kemarin (27/7).

TAK ADA KORBAN: Personel damkar berusaha memadamkan api dengan menyemprotkan air, kemarin (27/7). (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

TULUNGAGUNG - Tak disangka, ketika para pekerja serius memperbaiki kerangka atap gedung yang terbuat dari baja dan besi, tiba-tiba timbul kebakaran di halaman eks pabrik Retjo Pentung, Jalan Mayor Sujadi Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, kemarin (27/7). Diduga, lalapan si jago merah tersebut berasal dari percikan api dari pekerja saat memotong besi baja menggunakan gerinda.

Saat angin bertiup kencang, dengan mudah percikan api dari atas kerangka baja saat diperbaiki jatuh di luar atau sebelah timur dinding yang ada cukup banyak tumpukan styrofoam mudah menyulut api.

“Styrofoam dipakai untuk plafon ketika pabrik masih berfungsi. Selain itu, ada kayu bekas kerangka atap yang lama. Karena terkena percikan api, styrofoam terbakar. Angin cukup kencang membuat api lebih cepat membesar. Saya langsung kontak pemadam kebakaran (damkar) untuk mengantisipasi api lebih besar,” ungkap salah seorang pengawas proyek di lokasi, Daud.

Personel damkar berusaha memadamkan api , kemarin (27/7).

Personel damkar berusaha memadamkan api , kemarin (27/7). (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

Menurut dia, kejadian kebakaran pukul 11.00 itu sempat membuat pekerja panik dan berhamburan keluar karena takut api membesar. Beruntung, tak lama kemudian api padam setelah petugas damkar datang dengan beberapa personel.                   

Ditanya terkait kerugian, pria ramah itu mengaku tidak ada. Sebab, barang yang terbakar memang akan dibuang dan diletakkan di luar gedung.

“Sudah tidak dipakai. Kami sedang memperbaiki atap bangunan ini agar lebih kuat,” jelasnya.

Tim dan dua unit mobil damkar yang tiba di lokasi langsung memadamkan api. Para personel menyemprotkan air ke tumpukan styrofoam dan kayu. Dinding bangunan yang sempat terbakar juga disemprot untuk pendinginan. Api berhasil dipadamkan dengan cepat.

“Begitu mendapat laporan, kami bergerak menuju lokasi. Ada dua mobil ditambah truk tangki,” jelas Kabid Damkar Rakidi saat ditemui di lokasi.

Dari data damkar, tercatat sudah ada 26 kasus kebakaran sejak awal 2018 lalu. Kebanyakan yang terbakar masih didominasi rumah atau pun pertokoan. Sisanya merupakan kebakaran lahan atau pun tumpukan sampah. Penyebab kebakaran terbanyak karena korsleting listrik. Penyebab lain yakni membuang puntung rokok sembarangan atau pun meninggalkan api yang masih menyala. Seperti saat membakar sampah. (wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia