Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Pemanfaatan Panel Surya untuk Budi Daya Ikan Patin di Tulungagung

Sabtu, 28 Jul 2018 15:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TEKNOLOGI ALTERNATIF: Yoyok Mubarok, petani di Desa Bendijati Wetan menggunakan panel surya untuk hemat listrik.

TEKNOLOGI ALTERNATIF: Yoyok Mubarok, petani di Desa Bendijati Wetan menggunakan panel surya untuk hemat listrik. (RIDHO WISNU INDARTO/RATU)

Ongkos produksi budi daya ikan patin terlalu mahal ketika perubahan cuaca ekstrem. Warga Desa Bediljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, pun memanfaatkan panel surya untuk menekan biaya listrik.

RIDHO WISNU INDARTO

Musim kemarau tahun ini memang berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya, perubahan cuaca  ekstrem kini terjadi. Bahkan, suhu udara pada malam bisa mencapai 19 derajat, sedangkan pada siang hari bisa mencapai 30 derajat lebih.

Dengan begitu, pembudi daya ikan patin butuh ekstra perawatan agar ikan tetap hidup. Yakni menjaga sirkulasi udara di dalam kolam dengan mengalirkan air. Namun di sisi lain, butuh tenaga listrik besar sehingga ongkos mahal. “Ide menggunakan panel surya sebagai pembangkit listrik mandiri di kolam sudah menjadi cita-cita sejak kecil. Cita-cita saya kesampaian juga saat ini,” ungkap pembudi daya ikan patin di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Yoyok Mubarok kemarin (27/7).

Dia menggunakan panel surya dan empat aki berukuran besar, yang menghabiskan biaya Rp 25 juta. Meski butuh dana tak sedikit, alat itu fungsinya bisa berguna untuk jangka panjang dan menghemat ongkos listrik. 

Di samping itu, panel surya sebagai antisipasi suhu tidak menentu. Yaitu dengan cara menyalakan pompa air ke kolamnya selama 24 jam untuk menimbulkan efek mirip sungai. “Kalau air mengalir, ikan akan merasa hidup seperti di sungai, padahal sedang di kolam,” ceritanya.

Dia memasang panel surya sejak pertengahan Ramadan lalu. Alasannya, analisis biaya listrik PLN lebih mahal. “Itung-itung sebagai investasi. Kalau matahari kan gak bisa habis,” ujarnya.

“Saya kalau musim seperti ini pakai listrik dari PLN bisa rugi. Wajar jika pakai tenaga surya lebih irit,” imbuh pria 50 tahun tersebut. 

Sebelum menggunakan panel surya, selama sebulan untuk kebutuhan listrik bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Itu setelah menggunakan panel surya hanya sekitar Rp 50 ribu satu bulan. “Lebih banyak sukanya daripada duka ketika memiliki panel surya. Dapat menghemat pengeluaran sekitar 30 persen di enam kolam,” tandasnya.

Tak dimungkiri, dukanya yakni jika cuaca mendung, keempat aki miliknya tidak terisi penuh. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia