Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Asyik Makan Bakso, Satu Keluarga Jadi Korban Ledakan Gas Elpiji

Kamis, 16 Aug 2018 10:51 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENDAPAT PERAWATAN: Kiat, pemilik depot dirawat di red zone karena mengalami luka bakar serius, kemarin (15/8).

MENDAPAT PERAWATAN: Kiat, pemilik depot dirawat di red zone karena mengalami luka bakar serius, kemarin (15/8). (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Di saat asyik menikmati cita rasa bakso solo di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, justru petaka didapat satu keluarga. Mereka adalah Khuzaini, 30; Safitri Anugrah Putri, 25; dan Fahrani, 2,5,  warga Desa Karanganom, Kecamatan Kauman.

Bapak, ibu, dan anak tersebut menjadi korban ledakan tabung epliji 3 kilogram (kg) di depot milik Kiat, warga setempat, kemarin (14/8) sekitar pukul 20.15. “Akibat dari kejadian itu, empat orang menjadi korban. Termasuk satu orang pemilik depot dan satu keluarga yang kebetulan beli bakso,” kata Kasi Humas Polsek Kauman Iptu Mukayan kemarin (15/8).

Dia menjelaskan, kejadian ledakan bermula saat pemilik warung bakso sedang memasang regulator ke tabung gas. Setelah terpasang, terdengar bunyi gas keluar dari tabung dan menimbulkan aroma menyengat. “Saat dipasang Kiat, tiba-tiba terdengar suara gas keluar dan tercium aroma tidak sedap,” jelasnya.

Mengetahui tabung bocor dan aroma gas semakin menyengat, lantas pemilik toko melepas regulator dan membawa tabung gas ke kamar mandi, kemudian dimasukkan ke dalam ember, dengan tujuan agar tidak bocor. “Kiat langsung membawa tabung gas menuju kamar mandi dan memasukkannya ke dalam ember berwarna hitam,” ungkapnya.

Saat sampai di kamar mandi, suasananya gelap. Sehingga Kiat mencoba menyalakan lampu dengan menekan saklar yang berada di tembok. Diduga saat itu timbul percikan api dan langsung menjalar ke gas yang sudah keluar dan terjadilah api memenuhi ruangan hingga ke tempat pembeli. “Ketika saklar dinyalakan, langsung menyambar dan timbul api di setiap ruangan depot tersebut,” ungkapnya.

"Waktu meledak itu bersamaan ada pembeli. Yakni satu keluarga membawa anak kecil dan mereka turut menjadi korban,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut dia, korban dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung. Luka terparah dialami pemilik toko. Di sekujur tubuhnya terdapat luka bakar sehingga perlu perawatan intensif di ruang red zone. Sedangkan tiga pembeli dirawat di ruangan yellow zone. “Pembeli bakso mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan. Untuk anak dan bapaknya, jari-jari dan kedua kaki. Ibunya di kedua kaki,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu korban, Safitri Anugrah Putri mengatakan, dia beserta suaminya dan anaknya mengetahui ada gas bocor karena mencium bau tidak sedap. Namun, tidak menyangka ada semburan hebat. “Waktu makan tahu ada bau gas bocor, tapi tidak curiga jika meledak,” ungkapnya.

Diamengaku, saat mengetahui ada apimemenuhi ruangan,spontan melarikan diri keluar warungbeserta keluarganya. Namun,usahanya itu kalah cepat dengan api yangmengenai tubuh mereka.

“Meskipun kami langsung keluar, sudah terkena semburan api. Akibatnya mengalami luka bakar. Saya di kedua kaki, suami di kedua kaki dan jari-jari. Anak saya di wajahnya dan tangan kanan melepuh,” ungkapnya

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia