Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Dana Perawatan Terminal Gayatri Hanya Rp 120 Juta

30 Agustus 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

GEMERLAPAN: Salah satu bus dari sebuah perusahaan otobus sedang menunggu penumpang naik di shelter pemberangkatan.

GEMERLAPAN: Salah satu bus dari sebuah perusahaan otobus sedang menunggu penumpang naik di shelter pemberangkatan. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Pengelola Terminal Gayatri tampaknya harus menggunakan pertimbangan matang jika ingin mengembangkan fasilitas umum di Jalan Yos Sudarso itu. Apalagi dari tahun ke tahun, anggaran perawatan yang didapat mereka nyaris tidak ada perubahan berarti, yakni sekitar Rp 120 juta. Sehingga mereka harus melihat secara detail hal-hal mana saja yang masuk skala prioritas.

Koordinator Terminal Gayatri Ony Suryanto mengatakan, sampai kini memang belum bisa mengembangkan kawasan terminal semaksimal mungkin. Mengingat dari tahun ke tahun memang anggaran perawatan yang diterima dari pemerintah pusat pun hampir tidak ada perubahan berarti. Sehingga pihaknya harus melakukan penyesuaian agar anggaran yang tersedia itu mencukupi.

“Kami tidak bisa melakukan pengembangan jika anggaran yang tersedia kurang mencukupi,” katanya kemarin (28/8).

Menurut dia, selama ini pihaknya hanya sekadar menerima berapa pun anggaran perawatan yang dikucurkan pusat. Sebelumnya memang harus tetap mengajukan perencanaan terkait apa saja yang harus ditambah atau diperbaiki.

“Selama ini yang mengerjakan langsung adalah pihak ketiga yang sudah ditunjuk pusat,” jelasnya.

Ony -sapaan akrabnya- mencontohkan, untuk pengecatan saja juga biasanya langsung diterima dari pusat. Padahal secara pribadi ingin membuat kawasan itu senyaman mungkin bagi para calon penumpang yang hendak naik bus. Sebab, dia berpatokan, dengan area yang nyaman, tentu para penumpang semakin kerasan.

“Keinginan kami memang hanya itu. Masih banyak area di terminal ini yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi,” ujarnya.

Pria ramah ini mengaku, selama ini anggaran yang diterima hanya berkisar Rp 120 juta per tahun. Dilihat sekilas memang kecil, tapi diklaim masih mencukupi. Dengan catatan, pekerjaan perawatan benar-benar difokuskan pada hal-hal yang krusial dan perlu penanganan segera.

“Kami harus cermat menggunakannya agar cukup. Meskipun kecil, kami anggap mencukupi,” tuturnya.

Sementara itu, Dana, penumpang bus asal Trenggalek mengaku, secara garis besar kawasan tersebut sudah nyaman. Kalaupun ada, salah satu hal yang harus ditambahi adalah di pintu masuk terminal sebelah timur. Hingga bertahun-tahun, masih belum dibangun sebagaimana mestinya.

“Idealnya memang harus diberi atap agar para penumpang yang turun tidak kepanasan atau kehujanan,” katanya. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia