Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Innalillahi, 121 Korban Tewas di Jalan

Jumat, 31 Aug 2018 11:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas (JawaPos.com)

TULUNGAGUNG - Angka kasus kecelakaan di Kota Marmer ini begitu memprihatinkan. Makanya, warga perlu hati-hati di jalan agar tidak menjadi korban. Berdasarkan catatan Polres Tulungagung, mulai Januari hingga kemarin (30/8) ada 621 kejadian kecelakaan.     

Dari jumlah kecelakaan tersebut, mengakibatkan 121 korban nyawa melayang dan korban luka berat 13 orang, baik anak kecil hingga dewasa. Untuk jumlah korban mengalami luka ringan, 1.065 orang.

“Memang kami menangani sekitar621kejadian kecelakaan lalulintasdi wilayah hukum Polres Tulungagungmulai Januari hingga sekarang,”ungkapKanitLakaLantas Polres TulungagungIpda Dion Fitrianto, saatditemui di kantornya.

Polisi dengan pangkat satu balok itu mengakui, tidak semua korban kecelakaan selamat. 

“Ratusan korban tewas itu di lokasi kejadian, saat perjalanan, maupun saat mendapat perawatan di RSUD,” ungkapnya.

Diamenjelaskan, selain korbanmeninggal dunia, ada korban mengalamiluka beratmaupun lukaringan.

“Beberapa korban kecelakaan hingga kini masih mendapat perawatan,” ungkapnya.

Dari kecelakaan yang terjadi tersebut, jika dirinci, jenis pekerjaan atau rutinitas sehari-hari korban, mayoritas melibatkan pelajar, orang hendak bekerja, petani, dan ibu rumah tangga.

“Jenis kendaraan yang sering terlibat kecelakaan yakni kendaraan besar seperti truk dengan sepeda motor. Namun ada juga antarsepeda motor,” ungkapnya.

Seperti yang terjadi kemarin sekitar pukul 07.00 di jalan raya Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Yakni melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) AG 2308 RBH, dengan Honda Grand nopol AG 4399 RM.

“Pengendara Honda Grand  atas nama Danar Gagas Wicaksono, 18, warga Desa/Kecamatan Ngunut. Sedangkan pengendara Honda Beat yakni Imam Ropingi, 39, warga setempat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kronologi bermula saat kendaraan Honda Grand berjalan dari arah timur menuju barat dengan kecepatan tinggi. Tanpa disadari dan kurang memperhatikan laju lalu lintas di sekitarnya, ternyata di depannya terdapat pengendara motor Beat yang hendak belok kiri, dengan tujuan pulang rumahnya. Tak pelak, tabrakan tidak bisa terhindarkan.

“Dua kendaraan itu dari arah timur semua. Namun karena tidak waspada dan memperhatikan keadaan yang lain, akibatnya Imam Ropingi, tewas di lokasi setelah mengalami pendarahan serius di kepala bagian belakang,” jelasnya.

Seorang warga setempat, Nur Aisah mengatakan, korban merupakan tetangga dekatnya.

Wanita 43 tahun itu, saat terjadi kecelakaan berada di di bagian belakang rumah. Sehingga tidak tahu secara pasti kejadian kecelakaan.

“Informasinya almarhum dari pulang mengantarkan anaknya. Biasanya sebelum menyeberang, menepi lebih dulu dan menunggu kendaraan sepi. Tapi hari ini (kemarin, Red) tidak seperti itu. Korban tidak minggir dulu,” jelasnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia