Selasa, 18 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tahan dan Tetapkan Tersangka Sopir Truk Pasir

31 Agustus 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

Sementara itu, Muhammad Miftahul Arif, 39, warga Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pengemudi truk dengan nopol AG 9532 AA, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi, kecelakaan itu membuat Siti Ngaisaroh, 44 dan anaknya meninggal di tempat, lantaran terhantam truk bermuatan pasir dengan (nomor polisi) nopol AG 4482 SZ itu. “Pengemudi truk sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami tahan di Polres Tulungagung,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung Ipda Dion Fitrianto.

Pria ramah itu mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap truk, ditemukan beberapa bukti yang sudah dikantongi. Sehingga pengemudi dapat diproses dan dijadikan tersangka. “Yang jelas, penetapan tersangka itu berpatokan pada olah TKP dan bukti-bukti di lapangan,” jelasnya.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan, ada beberapa fungsi bagian kendaraan yang tidak berfungsi. Seperti bagian rem dan hasil uji kir yang tidak pernah diperbarui. “Uji kirnya mati sejak 2004. Selain muatan berlebih, ternyata remnya juga tidak bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan di hadapan pihak kepolisian, pengendara truk tidak tahu jika di belakangnya terdapat tiga orang yang mengendarai sepeda motor yang hendak antre menggunakan jalan itu. Bahkan, sebelumnya ada juga beberapa warga yang mengingatkan untuk tidak memilih jalan tersebut lantaran luas jalan sempit. “Jalan itu memang hanya gang kecil dan dia beralasan mengambil jalan pintas agar lebih cepat,” jelasnya.

Dari kejadian, sopir dikenakan pasal 310 ayat 4 UU tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). “Dalam hal kecelakaan dan mengakibatkan orang lain meninggal dunia, ancaman hukuman selama enam tahun penjara, dengan denda sebanyak 12 juta rupiah,” tandasnya.

Seperti diberitakan lalu, Muhammad Miftahul Arif, warga Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, termasuk sopir nekat. Warga sudah memperingatkan untuk tidak melintas di salah satu gang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, karena sempit dan menanjak. Namun, dirinya tetap saja mengambil rute itu untuk mengangkut pasir, sekitar pukul 12.00 kemarin (28/8).

Tak pelak, truk nopol AG 9532 AA yang diduga sudah tua dan melebihi muatan itu melorot. Dari situlah muncul petaka, tanpa disadari oleh Arif, sapaan akrabnya. Di belakang truk bermuatan pasir itu, ada tiga orang mengendarai motor nopol AG 4482 SZ, yang dikemudikan Siti Ngasrotin, 44, memboceng  Susilo, 4, dan Bandiyah, 61. Mereka bertiga warga Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung, Siti Ngasrotin tewas di tempat setelah terlindas truk. Sedangkan anaknya, Susilo, mengembuskan napas terakhir tak lama setelah berada di ruangan red zone RSUD dr Iskak Tulungagung. Beruntung, Bandiyah selamat dari peristiwa nahas tersebut. (yon/rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia