Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Masih Berpotensi Longsor, KM 16 Masih Buka-Tutup

Senin, 03 Sep 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BELUM PULIH: Petugas sedang membersihkan material longsor yang menutup

BELUM PULIH: Petugas sedang membersihkan material longsor yang menutup (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Para pengguna jalan yang akan melintasi jalur utama Trenggalek- Ponorogo dan sebaliknya, tampaknya harus lebih bersabar. Pasalnya, hingga kemarin (2/9) masih diberlakukan buka tutup untuk jalur di kilometer (KM) 16, masuk Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Ini terjadi karena kondisi tanah yang labil masih sering terjadi longsor susulan. Sebab, getaran kendaraan yang ada di bawah berpotensi mengakibatkan tanah atau batu di tebing yang berada tepat di samping jalan longsor.

“Kendati skalanya kecil, longsor bisa terus terjadi. Makanya lebih baik jika terjadi longsor kami menutup akses jalan tersebut,” ungkap Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto.

Dia melanjutkan, kendati berskala kecil, itu bisa membahayakan pengguna jalan. Mengingat turunnya material longsor berupa tanah dan bebatuan bisa secara tiba-tiba dan dapat langsung menghantam pengguna jalan yang kebetulan lewat.

“Setelah selesai dibersihkan dan bisa dilalui, kami memberlakukan buka-tutup. Semoga saja longsor tidak kembali terjadi,” tuturnya.

Senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto. Dia menambahkan, proses pembersihan material menggunakan dua alat berat. Tujuannya, agar material cepat selesai diangkat, hingga jalan bisa kembali dilalui. Namun dalam melakukan pembersihan, petugaa harus berhati-hati karena longsor masih bisa terjadi.

”Selain petugas yang membersihkan, juga ada petugas yang mengawasi. Sebab, tebing yang labil mudah longsor jika ada getaran dari alat berat yang digunakan,” jlentrehnya.

Kendati jalur bisa dilalui, kemungkinan potensi longsor susulan masih akan terjadi. Sebab saat ini longsor bukan disebabkan karena kondisi cuaca yang dimulai hujan turun, melainkan pengerjaan proyek terasering dan pelebaran jalan di lokasi. Longsor disebabkan adanya getaran dari alat berat dan sebagainya yang dioperasikan untuk pengerjaan proyek.

“Intinya, kepada masyarakat yang menggunakan jalur itu agar lebih berhati-hati. Dan lebih baik tidak terburu-buru melewati sebelum kondisi dipastikan aman oleh petugas. Kendati saat ini (kamarin, Red) jalur telah dibuka kembali,” imbuhnya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia