Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pukul Tetangga Karena Petasan Peringatan HUT RI

Selasa, 04 Sep 2018 11:22 | editor : Anggi Septian Andika Putra

ILUSTRASI PENGANIAYAAN

ILUSTRASI PENGANIAYAAN (DOK.RADARSUKABUMI.COM)

TULUNGAGUNG - Sigit Purnomo, warga Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, harus berurusan dengan polisi. Sebab, pria berusia 34 tahun itu diduga menganiaya Panut, 55, tetangganya sendiri. Penyebabnya, pelaku merasa terganggu karena korban menyalakan kembang api untuk peringatan HUT ke-73 RI.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/9) malam. Ketika itu, ada perayaan HUT Kemerdekaan di dusun Bolo, Desa Bolorejo. Acara diisi dengan ramah tamah dan makan bersama. Di saat bersamaan, korban menyalakan kembang api.

Suara kembang api terdengar hingga rumah pelaku. Pelaku merasa terganggu, terlebih ada keponakannya yang masih kecil. Pelaku pun mendatangi rumah korban. Lokasinya tidak jauh karena masih bertetangga.

“Pelaku bertanya, siapa yang membunyikan petasan tersebut. Korban menjawab petasan itu hanya untuk memeriahkan acara 17 Agustus,” kata Humas Polsek Kauman Aiptu Mukayan.

Pelaku tidak terima mendengar jawaban korban. Amarahnya memuncak. Pelaku langsung melampiaskannya dengan memukul korban tiga kali. Pukulan itu mengenai bagian mata, pelipis kiri, rahang, dan bibir. Warga lain yang mengetahui kejadian itu langsung melerai. Namun, korban tidak terima. Dia melapor ke polisi.

Mendapat laporan dari korban, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. Di sana, polisi pun membekuk pelaku dan membawanya ke kantor polisi utnuk diperiksa lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku nekat menganiaya korban karena tersinggung dengan jawaban korban. Itu juga sebagai pelampiasan emosinya. Sebab, suara petasan tersebut mengganggu keponakannya yang masih kecil.

Kini pelaku masih menjalani serangkaian pemeriksaan di mapolsek. Petugas juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua tahun delapan bulan penjara. (ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia