Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Pengendalian Penduduk

05 September 2018, 11: 09: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

LANCAR : Sosialisasi program pengendalian penduduk lancar, Ir Budi Yuwono komisi IX DPR RI saat memberikan materi, kemarin (4/9)

LANCAR : Sosialisasi program pengendalian penduduk lancar, Ir Budi Yuwono komisi IX DPR RI saat memberikan materi, kemarin (4/9)

TULUNGAGUNG - Sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja 2018, digelar di halaman Universitas Tulungagung (Unita) kemarin (4/9). Acara yang diikuti ratusan peserta itu diprakarsai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur (Jatim). Sosialisasi berjalan lancar sejak dimulai sekitar pukul 09.00.

Sosialisasi dihadiri tiga pemateri. Yakni Kepala BKKBN Jatim H Yenrizal Makmur SpMM, perwakilan dari komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono, serta Kepala Dinas Sosial, KB, Permberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Tulungagung Drs H Suprapto, MM.

Budi Yuwono mengatakan, kegiatan perlu dilakukan di kalangan pendidikan. Sebab, generasi muda tentunya menjadi agen perubahan era selanjutnya.

ANTUSIAS : Salah seorang peserta sedang bertanya kepada narasumber tentang pengendalian penduduk.

ANTUSIAS : Salah seorang peserta sedang bertanya kepada narasumber tentang pengendalian penduduk.

“Generasi muda itu harus kita dorong dan pacu untuk memahami persoalan ini. Jangan sampai generasi muda banyak yang nikah dini. Unsur-unsur kependudukan itu harus terjaga dengan baik,” jelasnya.

Dia berharap, setelah mengikuti sosialisasi, peserta yang mayoritas generasi muda bisa memiliki pengetahuan baru. Selain itu, bisa menjadi agen perubahan di masyarakat. Yakni dengan cara menyosialisasikan ilmu yang didapatnya.

“Diharapkan menjadi pelopor di wilayahnya masing-masing untuk ikut menyuarakan dan menyosialisasikan ini,” katanya.

Kepala BKKBN Jatim Yenrizal Makmur mengatakan, sosialisasi program pengendalian penduduk penting bagi generasi muda untuk mengetahui isu-isu kependudukan. “Kami fokuskan kepada mahasiswa agar nanti dapat termotivasi dengan sosialisasi ini,” ungkapnya.

Dia berharap, mahasiswa memiliki tujuan dan cita-cita yang tinggi. Selain itu, menghindari perilaku yang berisiko. Di antaranya narkoba, free sex, dan nikah dini. Mahasiswa harus aktif dalam kegiatan positif atau kepemudaan.

“Pesan kepada generasi muda yakni sekolah hingga tuntas. Hindari perilaku menyimpang agar nanti langsung bekerja sesuai dengan bidangnya. Entah itu PNS atau menciptakan lapangan kerja,” jelasnya. (yon/ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia