Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Genjot PAD Andalkan Pantai Gemah

Kamis, 06 Sep 2018 13:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS PENCAPAIAN PAD WISATA

GRAFIS PENCAPAIAN PAD WISATA (HENDRA NOVIAS/RATU)

TULUNGAGUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung hampir dipastikan belum bisa duduk diam. Meskipun capaian per Agustus mencapai 74,49 persen dari total, tampaknya ini bakal ditambahi dalam pembahasan perubahan APBD 2018. Alasannya, dengan melihat kondisi yang ada, untuk mencapai target 100 persen sesuai APBD induk 2018, bakal tercapai sebelum Desember 2018.

Sekretaris Disbudpar Slamet Sunarto mengatakan, hingga kini capaian PAD dari sektor pariwisata sebenarnya sudah lebih dari separo. Namun bukan berarti ini bisa membuat pihaknya langsung berpuas diri. Alasannya, masih ada sekitar 25 persen lagi yang harus dicapai sebelum 2018 berakhir.

“Masih ada sisa yang harus dikejar,” katanya kemarin (5/9).

Menurut dia, selama ini pihaknya hanya mengandalkan enam lokasi wisata yang sudah memiliki perjanjian kerja sama (PKS). Sehingga belum semua lokasi wisata di Kota Marmer menyumbang keuangan daerah melalui PAD.

“Selama ini memang hanya mengandalkan enam lokasi wisata yang sudah memiliki PKS,” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Slamet, Pantai Gemah masih menjadi ujung tombak dengan porsi capaian hingga sekitar 40 persen. Sedangkan lima lainnya tetap memberi sumbangsih, meskipun belum bisa menyusul capaian dari pantai yang berada di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki itu. Padahal sebenarnya semua menyimpan potensi besar untuk menopang keuangan daerah.

“Pantai Gemah memang masih menjadi andalan. Namun yang lain juga tetap memberi sumbangsih yang cukup berarti,” tuturnya.

Pria paro baya ini mengakui, keberadaan PKS memang menjadi solusi terbaik untuk menggenjot PAD dari sektor pariwisata. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah tahun ini maupun tahun depan bakal ada lokasi wisata lain yang menyusul. Kendati demikian, pihaknya kini tinggal bergantung pada libur Natal dan Tahun Baru untuk menggenjot pemasukan.

“Kini sudah jarang ada tanggal merah. Sehingga kami berharap pada Natal dan Tahun Baru,” terangnya.

Meskipun demikian, dia belum mengetahui seberapa besar kenaikan setelah pembahasan PAK nanti. Apalagi pihaknya tinggal menjalankan apa yang sudah disepakati bersama.

Sementara itu, Wulan, warga Desa/Kecamatan Besuki mengakui, Pantai Gemah memang masih menjadi jujugan utama. Bahkan pada akhir pekan maupun libur nasional, bisa dipastikan banyak pelancong yang datang. Hal itu memberi rezeki tersendiri bagi warga setempat yang menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas.

“Pengunjungnya banyak di hari libur. Selain pengendara sepeda motor, ada juga yang rombongan bus,” jelasnya. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia