Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

KM 16 Dipasang Fondasi Strauss 60 Meter

06 September 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DEMI KEAMANAN: Pekerja proyek di KM 16 sedang membangun fondasi strauss yang nantinya diberi pengaman tebing setinggi tujuh meter.

DEMI KEAMANAN: Pekerja proyek di KM 16 sedang membangun fondasi strauss yang nantinya diberi pengaman tebing setinggi tujuh meter. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Hingga akhir tahun ini diperkirakan jalan Trenggalek-Ponorogo akan terus mengalami longsor akibat proyek pembangunan jalan. Pasalnya, diprediksi proses pengerjaan itu akan berakhir Desember tahun ini.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) ruas Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur (Jatim) Ramlan mengatakan, struktur lapisan tanah di tebing Kilometer (KM) 16 jalan Trenggalek-Ponorogo terdiri dari batu dan pasir. Sehingga tidak ada posisi yang mengikat di daerah ini dan diprediksi sangat mudah longsor.

"Pengerjaan pembangunan ini terdiri dari empat paket. Khusus di KM 16 ini saya diwanti-wanti oleh ahli geologi yang melakukan studi detail engineering design (DED) agar berhati-hati," katanya.

Dia melanjutkan, dengan alasan itu, untuk menanggulangi bencana akan dipasang fondasi strauss sepanjang 60 meter. Sedangkan karena kondisi tebing yang semacam itu, juga dipasang pengamanan tebing yang semula hanya lima meter, menjadi tujuh meter.

"Pengaman tebing ini agar pekerja dan pengguna jalan aman dari longsoran. Sebab jika ada longsor akan tertahan," tuturnya.

Selain itu, di jalur itu nantinya akan ada empat paket pengerjaan, yaitu KM 16, KM 17, KM 18, dan satu di wilayah Kabupaten Ponorogo. Sedangkan untuk di KM 17 dan 18, juga ada pengerjaan hanya pemasangan fondasi strauss.

Tujuannya, mengantisipasi jika terjadi pergeseran tanah, khususnya yang disebabkan oleh turunnya hujan. Nantinya, semua proses pengerjaan itu direncanakan akan selesai pada Desember mendatang. Kendati demikian, direncanakan buka tutup jalur akan dilaksanakan sekitar satu bulan mendatang. Sebab, tembok pengaman di KM 16, direncanakan selesai satu bulan mendatang.

"Semua pengerjaan ini kami lakukan berdasarkan studi DED sebelumnya. Semoga saja pengerjaan itu tidak ada gangguan dan jalan dapat dibuka kembali," jelas Ramlan.

Seperti yang diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tingkatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan untuk menangani longsor di KM 16 Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo. Pasalnya, setiap tahun wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, itu berkali-kali terjadi longsor dan memutus jalan utama.

Sebab, tiap tahunnya ruas jalan Trenggalek-Ponorogo di KM 16 hingga KM 18 selalu mengalami longsor. Akibatnya, setiap harinya longsoran itu semakin berbahaya karena mengakibatkan pergerakan tanah yang membuat kondisi jalan di bawahnya semakin miring. Sehingga hal itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia