Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Tita Athalia Cahyadewi, Peraih Medali Emas di HKIMO 2018

07 September 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBANGGAKAN: Tita Athalia bersama Kepala SMP Al-Azhaar Tuti Haryati menunjukkan medali emas dan sertifikat yang diraih pada Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2018

MEMBANGGAKAN: Tita Athalia bersama Kepala SMP Al-Azhaar Tuti Haryati menunjukkan medali emas dan sertifikat yang diraih pada Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2018 (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Tita Athalia Cahyadewi, siswi kelas VIII SMP Al-Azhaar meraih medali emas dalam ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2018, setelah berhasil mengalahkan ratusan peserta dari 15 negara.  

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Senyum malu-malu tampak dari wajah Tita Athalia Cahyadewi saat ditemui Jawa Pos Radar Tulungagung di sekolahnya kemarin (6/9). Dia baru saja meraih medali emas dalam ajang HKIMO 2018. Ajang yang diselenggarakan di Hong Kong pada 1 September itu merupakan olimpiade matematika bergengsi bagi siswa-siswi di Asia maupun Eropa.

Tita, sapaan akrabnya, berhasil meraih skor nilai tertinggi setelah bersaing dengan ratusan pelajar dari Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Tiongkok, Kyrgyzstan, Singapura, Turki, Bulgaria, Iran, Kazakhstan, dan Ukraina.

Dia menjelaskan, sebelum berhasil meraih emas, terlebih dulu menyelesaikan 30 soal matematika dalam dua bahasa (bilingual) dengan waktu 120 menit.

“Penentuan juara didapat dari jumlah skor nilai yang didapat. Yang mendapat skor nilai tinggi mendapat emas,” jelasnya.

Gadis berkacamata ini mengaku tidak menyangka berhasil meraih medali emas. Sebab, sempat merasa minder melihat banyaknya peserta yang mengikuti ajang tersebut. Selain itu, tingkat kesulitan pada soal juga sempat membuat pesimis. Namun, rasa grogi segera ditepis dengan memperbanyak doa dan belajar materi.

Sehari sebelum lomba menjadi saat-saat penting untuk fokus belajar.

“Ketika lomba sempat merasa grogi dan minder karena peserta lain lebih pintar,” ujarnya.

Dia latihan dan belajar intensif selama sebulan bersama dengan guru pembimbing, demi mendapat hasil terbaik. Tak disangka, usahanya tak sia-sia.

Gadis kelahiran 28 September 2004 ini sebenarnya bukan kali pertama ikut olimpiade tingkat internasional. 2017 lalu, dirinya pernah meraih medali perunggu dalam olimpiade sains di Singapura.

Bungsu dari empat bersaudara ini memiliki cara sendiri dalam mempersiapkan diri agar rasa grogi tidak muncul menjelang lomba. Ketika bimbingan dan belajar sebelum lomba, dia tidak memforsir diri. Namun membuat suasana belajar senyaman mungkin. Pasalnya jika terlalu diforsir, membuat pikiran stres. Sehingga materi yang diajarkan tidak dapat diterima dengan baik.

“Saat persiapan sebaiknya belajar biasa, tidak perlu stres. Berusaha enjoy saja agar tidak menjadi beban dan materi yang diajarkan dapat masuk,” terangnya.

Selama sebulan persiapan, dara cantik ini mengaku berusaha aktif bertanya kepada guru pembimbing. Termasuk mempelajari kisi-kisi materi yang akan dilombakan.

Sementara itu, Kepala SMP Al-Azhaar Tuti Haryani menjelaskan, Tita termasuk anak multitalenta. Selain berprestasi dalam ilmu sains dan matematika, juga pandai dalam bahasa Inggris. Terutama untuk story telling.

“Tita tergolong murid yang cerdas. Sering dia ikut lomba-lomba dan olimpiade,” jelasnya. Wanita ramah ini mengaku bangga dengan prestasi yang berhasil diraih salah satu siswanya dalam ajang olimpiade lalu.

Dia berharap, dengan keberhasilan yang diraih oleh Tita, dapat membuat siswa-siswi lain termotivasi untuk meraih prestasi sesuai dengan minat dan bakat.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk meraih prestasi,” pungkasnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia