Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Pedagang Ingin Penyebab Kebakaran Segera Diketahui

07 September 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MULAI KEMBALI: Pedagang Pasar Pon membuka lapak daruratnya di depan bekas kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek.

MULAI KEMBALI: Pedagang Pasar Pon membuka lapak daruratnya di depan bekas kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Musibah kebakaran yang melanda Pasar Pon Trenggalek pada Sabtu (25/8) lalu masih mengakibatkan trauma mendalam bagi sejumlah pedagang. Pasalnya, hingga kemarin (6/9) polisi masih belum mengetahui indikasi penyebab kebakaran yang menghanguskan 703 lapak dan kios dengan kerugian puluhan miliar rupiah tersebut.

Salah satu pedagang pakaian di Pasar Pon, Sudarmiatun mengatakan, sebenarnya dirinya dan beberapa pedagang lainnya mencurigai ada yang tidak wajar akan kebakaran tersebut. Sebab kejadiannya begitu singkat dan api langsung menghanguskan seluruh bagian pasar beserta isi-isinya.

“Kecurigaan akan kesengajaan itu ada. Namun dalam hal ini kami tak mau berburuk sangka sebelum hasil penyelidikan diketahui,” katanya.

Dia melanjutkan, kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan pengakuan sejumlah masyarakat maupun pedagang yang melihat awal kejadian kebakaran tersebut, ada beberapa sumber api.

Akhirnya, sumber api itu menjadi satu dan menghanguskan seluruh bangunan. Sebab jika dinalar, jika karena korsleting listrik, pastinya hanya terjadi pada salah satu titik saja dan dengan mudah dipadamkan.

“Namun kami tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Sebab malah semakin membuat sedih yang terpentik harus bangkit,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sihwinarti, pedagang pakaian lainnya. Dia menambahkan, kendati ada rasa curiga, pedagang menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ke polisi. Sebab, dari situ akan bisa dijelaskan dengan masuk akal terkait penyebab kebakaran tersebut. Sehingga kini pedagang hanya bisa berharap, proses penyelidikan secepatnya selesai dilakukan agar semua jelas.

“Sebelumnya tidak ada perselisihan dari perdagang dengan pemerintah terkait rencana relokasi. Sehingga kami berharap yang terbaik akan musibah ini,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan, terbakar atau dibakar. Mungkin itulah yang ada dalam benak masyarakat Kota Keripik Tempe terkait kebakaran yang melanda Pasar Pon Trenggalek pada Sabtu (25/8) lalu.

Pasalnya, hingga Rabu (5/9) polisi masih belum berani mengungkap teka-teki terkait dugaan penyebab kebakaran tersebut. Ini mengingat belum ada hasil tertulis dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim yang melakukan penyelidikan terkait hal itu. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia