Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Dispendikpora Ingin Setiap Sekolah Miliki Karawitan

Sabtu, 08 Sep 2018 13:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

LESTARIKAN BUDAYA: Siswa SMPN 6 Tulungagung ketika latihan karawitan di sekolah, kemarin (6/9).

LESTARIKAN BUDAYA: Siswa SMPN 6 Tulungagung ketika latihan karawitan di sekolah, kemarin (6/9). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Beragam cara dilakukan untuk melestarikan budaya. Salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung bahkan menginstruksikan beberapa sekolah untuk memiliki karawitan. Itu untuk mewadahi minat dan bakat siswa di bidang kesenian.

“Ke depannya lebih baik jika setiap sekolah memiliki ekstrakurikuler karawitan. Selain melestarikan budaya, juga untuk pendidikan karakter,” jelas Kepala Dispendikpora Tulungagung Suharno kemarin (6/9).

Menurut dia, kesenian karawitan tak hanya sekadar musik tradisional, melainkan sarat nilai budi pekerti. Seperti toleransi dan kerja sama. Nilai-nilai itu diharap dapat ditanamkan pada generasi muda.

Ide pengadaan alat musik gamelan bermula 2013 lalu. Tujuan awal yakni melestarikan kesenian tradisional. Untuk itu, dilakukan pengadaan 12 set gamelan di beberapa SD dan SMP.

Hasil pengadaan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah provinsi. Kini hampir setiap sekolah di Kota Marmer memiliki ekstrakurikuler karawitan.

Menurut dia, ekstrakurikuler karawitan memiliki berbagai manfaat bagi siswa.

“Anak-anak yang tergabung dalam karawitan cenderung lebih sopan dan toleran. Itu bagus karena mereka dapat menularkan pada teman-temannya,” ungkapnya.

Untuk mengapresiasi hasil latihan siswa, dinas mengadakan agenda rutin berupa pagelaran festival karawitan di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa (TB2KS) setiap November.

Tak hanya itu, siswa yang berhasil meraih penghargaan bidang kesenian, baik perlombaan tingkat kabupaten atau yang lain akan mendapat surat rekomendasi untuk melanjutkan ke sekolah yang diinginkan.

“Saya akan kasih surat rekomendasi jika ada siswa yang memiliki kemampuan di bidang seni,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, kini setiap sekolah berlomba-lomba untuk menyajikan yang terbaik. Artinya, menunjukkan bahwa antusias siswa semakin tinggi. “Hasil yang kita dapat setelah sekian lama mengupayakan pelestarian budaya, semangat anak-anak sekarang sudah mulai tumbuh,” tandasnya.

Dia berharap ke depan anak-anak kian bangga dengan kesenian tradisional daerahnya. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, juga salah satu cara untuk menanamkan pendidikan karakter. 

Senada dengan hal itu, guru pendamping ekstrakurikuler karawitan SMPN 6 Tulungagung Priyono menjelaskan, melalui ekstrakurikuler karawitan banyak nilai budi pekerti yang dapat diambil siswa.

Mengajarkan karawitan pada anak tak hanya sekadar bermain alat musik. Namun, belajar menyelaraskan antaranggota. “Karawitan itu banyak komponennya. Ada gong, kenong, saron, dan lain-lain. Jika diselaraskan satu sama lain, akan tercipta harmoni yang baik. Didengar juga enak,” jelasnya.

Untuk itu, tak jarang melakukan sosialisasi kepada siswa SD mengenai ekstrakurikuler karawitan, agar siswa tertarik untuk bergabung.

Dia menjelaskan, kini ekstrakurikuler karawitan memiliki dua agenda runtin, yakni tampil sebagai pengisi acara dalam purnawiyata dan tampil dalam festival karawitan di TB2KS.

“Selain dua agenda rutin, tidak menutup kemungkinan jika ada lomba karawitan lain yang akan ikut. Itu untuk memacu semangat siswa,” tuturnya.

Dia ingin melalui ekstrakurikuler karawitan, anak-anak semakin mencintai budaya lokal dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai budi pekerti yang ada. (nda/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia