Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

13 Desa di Trenggalek Alami Kekeringan

10 September 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KEMARAU : Warga mengisi air bersih yang dikirim oleh BPBD Trenggalek.

KEMARAU : Warga mengisi air bersih yang dikirim oleh BPBD Trenggalek.

TRENGGALEK – Masyarakat desa yang mengalami kekeringan di Bumi Menak Sopal, kian hari kian bertambah. Buktinya, jika di awal bulan lalu ada 10 desa, kini ada tambahan tiga desa yang mengajukan permintaan pengiriman air bersih karena kekeringan.

Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, 10 desa yang mengajukan permintaan air bersih sejak awal bulan lalu adalah Desa Suruh, Mlinjon, dan Puru, Kecamatan Suruh; Desa Jatiprahu dan Sumber, Kecamatan Karangan; Desa Bogoran dan Timahan, Kecamatan Kampak; Desa Panggul dan Besuki, Kecamatan Panggul; serta Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Sedangkan untuk tambahan dua desa lalu, antara lain Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak; Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo; dan Desa Prambon, Kecamatan Tugu.

“Khusus untuk Desa Watuagung, surat permohonannya baru diterima. Sehingga akan langsung kami proses,” ungkap Kasi Logistik BPBD Trenggalek Puthut Mahendradata.

Dia melanjutkan, sebenarnya ada satu desa lagi yang mengajukan permintaan bantuan air bersih, yaitu Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Namun, bukan karena kekeringan seperti desa lainnya, melainkan karena pipa saluran air yang biasa digunakan putus, akibat longsor yang terjadi sekitar dua minggu ini.

“Akibatnya tandon air warga di wilayah itu telah mengering. Makanya tidak ada lagi yang dilakukan selain mohon bantuan,” ujarnya.

Diprediksi, desa yang akan mengajukan bantuan air bersih akan terus bertambah seiring belum datangnya musim penghujan. Sehingga membuat sumber air maupun sumur milik masyarakat volume airnya terus menyusut. Menurut ramalan, kekeringan akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.

Sedangkan untuk jumlah setiap kali pengiriman, sebanyak satu rit tangki air atau sejumlah lima ribu liter air bersih. Terkait akan adanya bantuan pengiriman air bersih dari pihak lain, BPBD tidak mempermasalahkan. Sebab, itu bisa meringankan beban masyaralat terkait kebutuhan air bersih. Jika masih kurang, BPBD siap memberikan tambahan.

Dengan kondisi itu, BPBD meminta kepada pemerintah desa yang merasa wilayahnya mengalami krisis air untuk segera membuat surat pengajuan. Karena tanpa surat itu, tentu tidak bisa melakukan proses pengiriman karena menjadi pijakan awal untuk mengambil air dari PDAM.

“Selain itu, juga ada kerja sama dengan PDAM terkait pengiriman bantuan air bersih khusus untuk bencana kekeringan,” jelas pria yang akrab disapa Endro ini. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia