Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Hebat, Dua Siswa SDN Kampungdalem 1 Ini Raih Medali di HKIMO 2018

Senin, 10 Sep 2018 18:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBANGGAKAN: Dari kiri, Kepala SDN Kampungdalem I Muhadi, Annisa Nabila Zahra, Bisma Apta Kusuma, saat menunjukkan mendali dan piagam penghargaan, kemarin (8/9).

MEMBANGGAKAN: Dari kiri, Kepala SDN Kampungdalem I Muhadi, Annisa Nabila Zahra, Bisma Apta Kusuma, saat menunjukkan mendali dan piagam penghargaan, kemarin (8/9). (AGUS DWIYONO/RATU)

Dua siswa SDN Kampungdalem I mengukir prestasi gemilang. Yakni Annisa Nabila Zahra, siswa kelas V peraih perak dan Bisma Apta Kusuma, siswa kelas VI peraih perunggu di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2018 yang diikuti 15 negara dari Asia dan Eropa.

AGUS DWIYONO

Tampak kegiatan belajar mengajar saat masuk di halaman SDN Kampungdalem I, kemarin (8/9) sekitar pukul 10.00. Selain pembelajaran di dalam kelas, terlihat kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan berlangsung di luar ruangan.

Di saat hampir bersamaan, kebetulan ada dua siswa dipanggil ke ruangan guru. Tak lama kemudian, mereka datang. Mereka adalah Annisa Nabila Zahra, 10, asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut dan Bisma Apta Kusuma, 12, asal Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Dua siswa itu merupakan perwakilan SDN Kampungdalem I di kompetisi bergengsi HKIMO 2018.

Saat menceritakan pengalaman ikut lomba internasional, Annisa Nabila Zahra terlihat masih malu-malu. Lomba pada Sabtu (1/9) lalu itu merupakan olimpiade matematika yang diikuti perwakilan dari Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Tiongkok, Kyrgyzstan, Singapura, Turki, Bulgaria, Iran, Kazakhstan, dan Ukraina.

“Yang jelas ratusan peserta dari 15 negara,” ujarnya.

Dia mengaku, ada persiapan khusus sebelum bertarung di Hong Kong. Yakni dengan cara belajar di sekolah, kemudian belajar di rumah, bahkan les privat hingga di berbagai kota, serta dapat bimbingan dari guru.

“Semuanya menjadipenunjang belajar saya,” ungkapnya.

Anak pasangan Dwi Yuni Nastiti dan Wijanarko ini tentu pernah jenuh ketika sibuk terus belajar matematika. Untuk mengusir rasa bosan, dirinya bermain piano dan latihan vokal.

“Kalau jenuh bermain musik. Bahkan pernah rekaman dengan Anang dari AS Production untuk lagu anak-anak,” jelasnya.

“Tak menyangka dapat medali perak. Sebab bersaing dengan ratusan peserta dan sempat ada soal yang tidak bisa kerjakan,” imbuhnya.

Senada diungkapkan Bisma Apta Kusuma. Dia mempersiapkan belajar khusus sebelum lomba.

“Meski belum yang terbaik, kami sudah dapat membanggakan kedua orang tua masing-masing dan menambah pengalaman,” ujarnya.

AnakdaripasanganDevyanti dan Wisnu DwijayaKusuma inimengakubukankali pertamaikutolimpiade tingkat internasional. Junilaluikutolimpiade serupa diKorea Selatan.

“Hasilnya sama, dapatkan perunggu. Meski demikian, saya akan tetap semangat belajar agar suatu saat meraih emas,” jelasnya.

DwiYuni Nastiti, ibudariAnnisaNabila Zahramengatakan,banyakproses belajaryang diikutianaknya dalammendapatkanilmu tambahan.Selaindarisekolah, tak lupa ikut pembinaan di luar sekolah, termasuk di Malang, Pasuruan,Kediri, Surabaya, Blitar, dan lain sebagainya.

“Untuk pembinaan matematikanya, setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Biasanya mengundang pembina luar kota ke rumah. Sebelum berangkat ke Hong Kong karantina selama empat kali,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kampungdalem I Muhadi mengatakan, pernah dapat perunggu diwakili 16 siswa SDN Kampungdalem I dalam lomba Filipina Colour Ware Contest, yang diikuti sekitar 11 negara Asia.

“Yang ikut itu 16 siswa dan dapat perunggu. Masih segudang prestasi lain, baik kabupaten, provinsi, dan nasional, didapat SDN Kampungdalem I,” ujarnya.

Dia mengaku, SDN Kampungdalem I memprogramkan agenda internasional. Baik di bidang akademik, maupun kesenian. Bahkan, rencananya Februari 2019 mendatang akan ikut lomba di Thailand.

Dengan begitu, nanti bisa mengembangkan sekolah sesuai dengan visi misi, baik spiritual dan sosial, akademik, maupun pengembangan lain melalui ekstrakurikuler.

“SDN Kampungdalem I merujuk kepada KH Dewantara yang menjadikan pendidikan sebagai wahana olah rasa. Baik olah rasa hati, pikir, dan olahraga,” pungkasnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia