Senin, 24 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Berebut Sesaji dan Bebek di Dermaga Popoh

Rabu, 12 Sep 2018 12:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MERIAH: Sesaji hasil bumi menjadi rebutan warga di Larung Sembonyo Pantai Popoh.

MERIAH: Sesaji hasil bumi menjadi rebutan warga di Larung Sembonyo Pantai Popoh. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Suasana riuh terasa saat belasan orang mengejar sekawanan bebek yang dilepas di kolam labuh dermaga Pantai Popoh, kemarin (11/9). Dengan mengandalkan kekuatan tangan dan kaki, mereka berusaha mendapatkan sebanyak-banyaknya hewan yang bersuara kwek kwek kwek ini.

Namun jangan salah, itu bukan bebek liar atau sengaja dilepaskan pemiliknya. Itu adalah sebagian dari acara Larung Sembonyo di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki. Panitia setempat memang membuat sesuatu yang berbeda dengan membuat perlombaan yang unik dibanding pergelaran serupa tahun lalu. Alhasil, warga sekitar pun memanfaatkan momen itu dengan riang gembira, meskipun harus berbasah-basahan.

Sumaryanto, ketua panitia mengatakan, acara ini sebenarnya merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan nelayan setempat. Mereka mensyukuri hasil yang didapat selama ini, sekaligus memanjatkan doa agar hasil yang didapat di masa selanjutnya bisa semakin bagus. Sehingga para nelayan pun bisa semakin sejahtera.

“Kami memang hanya melestarikan tradisi leluhur yang sudah dilakukan turun-temurun,” katanya kepada beberapa awak media.

Menurut dia, acara kali ini kebetulan bersamaan dengan peringatan 1 Muharam. Sehingga jumlah warga yang hadir tidak sebanyak tahun lalu. Meskipun demikian, ini tertutupi dengan kemeriahan yang tidak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami pun membuat beberapa acara unik, seperti menangkap bebek yang dilepas di kolam labuh dermaga,” tandasnya.

Pria berkumis ini melanjutkan, saat sesaji dibawa ke tengah laut, kondisi gelombang pun cenderung bersahabat. Sehingga prosesi berjalan lancar hingga sesaji ditenggelamkan.

“Kini gelombang memang bersahabat dan tidak besar,” ujarnya.

Sukiyah, salah satu warga yang datang ke lokasi mengatakan, setiap tahun dia selalu menyempatkan diri untuk hadir. Dia pun ikut memperebutkan tumpeng raksasa yang berisi hasil bumi untuk dibawa pulang. Wanita paro baya ini pun berharap bisa mendapatkan keberkahan dari tumpeng yang sudah didoakan itu.

“Memang harus berebut. Alhamdulillah masih mendapat hasil bumi untuk dibawa pulang,” tuturnya.

Di sisi lain, Imam, salah satu warga yang ikut berebut bebek di dermaga mengaku cukup gembira atas hasil yang didapat. Apalagi bebek yang berhasil ditangkapnya cukup banyak.

“Yang pasti ini dibawa pulang dulu,” katanya sambil tertawa senang. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia