Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Features
Sambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah

Ratusan WBP Deklarasi Hapus Buta Huruf Alquran

Rabu, 12 Sep 2018 13:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

KHUSYUK: Ratusan warga binaan  ikut doa bersama dalam memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriah kemarin (10/9).

KHUSYUK: Ratusan warga binaan ikut doa bersama dalam memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriah kemarin (10/9). (AGUS DWIYONO/RATU)

Ratusan warga binaan permasyarakatan (WBP) yang beragama Islam dan menghuni di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung ikut doa bersama dan deklarasi hapus buta huruf Alquran. Itu dilakukan dalam memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriah.

AGUS DWIYONO

Suasana berbeda saat Jawa Pos Radar Tulungagung berkunjung ke Lapas Kelas IIB Tulungagung sekitar pukul 14.40 kemarin (10/9). Tidak biasanya, kegiatan dilakukan WBP dihentikan sementara. Namun, ratusan WBP yang kebanyakan memakai sarung dan kopiah hitam berkumpul di masjid yang setiap hari dibuat rutinitas keagamaan.

Bahkan, WBP yang beragama Islam itu tampak memenuhi masjid dan tidak jarang yang duduk-duduk di luar. Selain WBP pria yang ikut kegiatan itu, WBP wanita pun turut gabung. Mereka mayoritas mengenakan baju dengan warna yang sama, yakni warna merah muda dengan memakai mukena.

Maklum, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu merupakan kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah kemarin (11/9).

Diketahui kegiatan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh perwakilan warga binaan dan sambutan oleh kepala lapas.

Selain itu, WBP juga diajak interaksi melalui siraman rohani yang dilakukan ustad.  

“Sebenarnya mengaji itu kegiatan rutin, tapi ini akan lebih kami tingkatkan setelah adanya deklarasi secara serentak pemberantasan buta huruf Alquran,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Erry Taruna.

Diamengaku, deklarasijugasebagaipelaksanaanprogram pembinaankepribadian dalam bentukpendidikan spiritual sekaliguspendidikan intelektual yang diwajibkan bagi setiapWBPberagama Islam.

“Sangat banyak yang ikut. Bahkan masjid tidak muat untuk menampung. Lebih banyak lagi saat mereka menjalankan ibadah salat Jumat,” ujarnya.

Dia mengakui, kegiatan itu jugabertepatan dalam menyambutTahun BaruIslam 1440 Hijriahyang jatuhpada Selasa(11/9) kemarin.

“Tadi acaranya doa bersama dan dapat dikatakan sebagai resolusi awal memulai catatan pahala di awal tahun baru Islam. Dengan niat tulus dan ikhlas, kita semua berharap menjadi insan lebih baik dan bertakwa,” ungkap pria ramah tersebut.

Di situ, seluruh WBP yang beragama Islam juga bertekad untuk belajar membaca, menulis, dan memahami Alquran. Serta ikut seluruh program pembinaan dengan baik sesuai aturan yang berlaku. “Tadi ada secara simbolis penyerahan kitab suci Alquran kepada perwakilan WBP. Nanti akan dilakukan pembelajaran dan pelatihan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk sementara pelatihan rutin mengaji dilakukan oleh WBP setiap pagi, yakni setelah apel pagi dimulai sekitar pukul 08.00. Pengajarnya dari WBP yang sudah bisa dan mampu mengajari membaca. “Diajarkan mulai iqra dan pengajar dari WBP yang sudah bisa membaca,” jelasnya

Salah seorang WBP, Kepeng, mengaku senang ada kegiatan yang berkaitan dengan agama. Dengan begitu bisa lebih baik dan memiliki kesempatan belajar membaca Alquran.

“Nanti akan mengubah kami yang berada di lapas menjadi lebih baik dan berbenah diri,” ujarnya

Nanti, lanjut dia, ketika keluar dari lapas bisa bermanfaat bagi orang lain. Serta dapat mengubah atau bahkan menularkan ilmu yang telah didapat kepada keluarga maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Tidak hanya bentuk religius yang kami dapat dari sini. Tapi juga dapat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semisal membuat kerajinan dan lain-lain,” ungkapnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia