Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Features

M. Anwarur Rozikin, Siswa Tuna Rungu Juara I O2SN PKLK Bulu Tangkis

Rabu, 12 Sep 2018 14:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

M. Anwarur Rozikin, Siswa Tuna Rungu Juara I O2SN PKLK Bulu Tangkis

Prestasi bisa diraih dengan perjuangan yang keras. Mungkin itu yanga da di benak M. Anwarur Rozikin. Kendati merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) tuna rungu, dirinya berhasil membuktikan jika mampu merebut juara I pada lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) tingkat Jawa Timur (Jatim), cabor bulu tangkis, bulan lalu. Kini dirinya bersiap wakili Jatim ke nasional.

ZAKI JAZAI

Tidak bisa mendengar dan tidak tahu jika diberi masukan lewat suara, itulah yang terjadi pada siswa ABK tuna rungu, termasuk M. Anwarur Rozikin. Setiap hari dirinya selalu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, termasuk ketika berlatih bulu tangkis. Itu terbukti setiap kali latihan yang biasanya sore hari sepulang sekolah, sesekali sang pelatih Dedi Lukman Hakim menghentikan proses latihannya sejenak.

Ya, itu bukan tanpa alasan. Selain untuk istirahat, M. Anwarur Rozikin juga memahami setiap instruksi yang diberikan menggunakan bahasa isyarat. Sebab, tidak jarang instruksi itu selalu disalahartikan dan membuat menu latihan terganggu.

“Sejak kelas IV SD saya telah berlatih bulu tangkis. Kendati belum 100 persen, sudah paham instruksi yang diberikan pelatih,” ungkap M. Anwarur Rozikin menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh pelatihnya.

Sedangkan untuk menu latihan, hampir sama seperti pemain bulu tangkis pada umumnya yaitu latihan fisik dan teknik. Tempat latihan meminjam gedung Balai Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Sehingga latihannya sering terganggu jika ada jadwal latihan yang berbenturan dengan penggunaan gedung.

“Kami tidak memiliki gedung sendiri untuk berlatih. Jika gedung itu dipakai, harus mengalah dan menunda latihan lagi,” ujarnya.

Dalam setiap kali latihan, pelatih selalu mengutamakan latihan fisik. Sebab, bermain bulu tangkis bukan hanya mengandalkan kelincahan kaki dan tangan untuk membuat lawan mati kutu. Untuk mencapai semua teknik itu, diperlukan mengasah kekuatan fisik agar daya tahan tubuh tetap prima di sepanjang waktu permainan. 

Namun, latihan fisik atau kekuatan tubuh bukan untuk menambah massa otot atau memperbesar badan. Melainkan meningkatkan performa di lapangan ketika bertanding. Kekuatan tubuh bagian atas diperlukan, terutama untuk memukul atau menangkis tembakan bola schuttel cock. 

Sedangkan kekuatan tubuh bagian bawah sangat penting untuk melompat dan menambah kecepatan lari. Dengan terus menjalankan menu latihan semacam itu, selain badan menjadi lebih kuat dan berstamina, juga mampu membuat tubuh lebih lincah, cepat, serta seimbang untuk mengantisipasi serangan atau gerakan yang tiba-tiba. Latihannya meliputi joging, skipping, dan sebagainya.

“Untuk joging biasanya saya lakukan minimal 30 menit selama tiga kali dalam seminggu,” umbuh siswa kelas IX SMPLB Harapan Mulya ini.

Ternyata, latihannya itu berbuah hasil. Buktinya sejak kelas IV SD, dirinya kerap kali juara dalam setiap kejuaraan bulu tangkis yang diikuti. Yang paling berkesan adalah juara I O2SN PKLK Jatim yang diikutinya bulan lalu. Saat itu dirinya kali pertama mendapatkan juara satu ketika mengikuti event tersebut.

Mengingat di tahun-tahun sebelumnya, karena terlalu grogi dan kurang tenang, dirinya kerap gagal di partai puncak dan harus puas keluar sebagai juara dua.

“Setelah menang saat itu, rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu. Saya tidak bisa mengatakan apa yang dirasakan kala itu,” tuturnya.

Kini remaja yang tinggal di Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan, ini menambah porsi latihan agar mampu berbicara banyak di tingkat nasional. Sebab, kesempatan itu merupakan hal yang lama yang ditunggu sekitar lima tahun ini.

“Semoga bisa memberikan yang terbaik dan membawa harum nama Trenggalek. Kini saya fokus untuk menggenjot latihan fisik,” jelas remaja 17 tahun ini. (ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia