Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Food Court Terancam Gagal Total

Rabu, 12 Sep 2018 15:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS PEMBANGUNAN FOOD COURT PRIGI

GRAFIS PEMBANGUNAN FOOD COURT PRIGI

TRENGGALEK – Rencana pemerintah mempercantik kawasan pantai Prigi terancam gagal total. Betapa tidak, sejumlah pedagang di sisi barat memiliki seabrek permintaan jika mereka nanti diminta menempati sarana kuliner food court yang bakal dibangun pemerintah.

Salah satunya terkait ukuran yang harus disesuaikan dengan kondisi kini dari bangunan kafe kontainer.

Anjar Priadi Putra, salah seorang pedagang di kafe kontainer Prigi menyebut, pemindahan lokasi pembangunan food court ke sisi barat itu merupakan usulan para pedagang. Artinya, pemilik warung sisi timur tidak mau terdampak bangunan food court berposisi di belakang warung mereka.

Pihaknya mengaku tidak masalah dengan rencana pemerintah mempercantik kawasan wisata. Hanya, pembangunan itu harus melalui perencanaan matang dan melibatkan pedagang dalam proses penyusunan. Itu perlu agar dalam pelaksanaannya nanti tidak menimbulkan salah paham.

“Sebenarnya kami ini mendukung semua program pemerintah, selama itu sesuai dengan kepentingan pedagang,” katanya kemarin (11/9).

Pria berambut ikal ini tampak ragu jika nantinya harus menempati sarana kuliner yang dibangun di belakang warung atau kafe kontainer yang ditempatinya kini. Karena selama ini dia juga tidak mengetahui secara detail bagaimana konsep serta ukuran sarana kuliner yang diperuntukkan bagi pedagang atau warung di pesisir Prigi ini.

Jika food court ini diperuntukkan para pedagang di kafe kontainer, pihaknya berharap ukuran kios yang ada nantinya sama dengan ukuran kafe kontainer saat ini.

Yakni 5x6 meter ditambah luas bagian atas kafe kontainer yang juga sudah dibangun oleh pedagang, sekitar 2x3 meter. Dia juga berharap, nantinya para pedagang diberi kebebasan untuk memilih jenis menu yang disediakan. Tentunya tidak memperdagangkan barang yang dilarang.

“Selama hal ini dipenuhi, kami tidak ada masalah,” tuturnya.

Sementara itu, Sutar, salah seorang pedagang kontainer lain sependapat dengan hal itu. Yakni pindah, dengan catatan sesuai dengan kondisi yang ada di kafe kontainer. Kendati, selama ini untuk mengaktifkan kafe kontainer ini para pedagang juga harus susah payah mengupayakan sendiri sarana tambahan. Semisal listrik, kamar kecil, penataan halaman kafe container, hingga ganti urug untuk penataan kafe kontainer.

“Kalau masalah itu, memang itu kebutuhan kami sendiri,” ucapnya.

Untuk persoalan sarana pelengkap ini, Sutar mengaku belasan juta rupiah juga harus dikeluarkan oleh para pedagang. Untuk itu, pihaknya berharap jika para pedagang kafe kontainer dipindahkan, masalah luasan kios tidak lagi menjadi perdebatan.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat antara pedagang, dewan, serta dinas pariwisata dan kebudayaan di gedung dewan kemarin (10/9), diketahui bahwa pemerintah berencana untuk mempercantik kawasan Prigi. Kini telah ada grand desain pariwisata di Prigi dengan membangun sarana kuliner sejenis food court yang dibuat memanjang mulai dari sisi barat sampai timur di Pantai Prigi.

Tahap pertama, pembangunan sarana kuliner food court direncanakan di sisi timur. Sayang terjadi penolakan pemilik warung sisi timur dan diagendakan untuk digeser ke sisi barat atau belakang kafe kontainer.

Dalam hearing ini juga muncul masukan yang bakal disesuaikan dalam perencanaan pembangunan food court, yakni luas kios. Yang semula direncanakan 3x5 meter dinilai terlalu sempit sehingga akan disesuaikan menjadi 4x5 meter. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia