Sabtu, 22 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Perpusda Belum Dilengkapi E-Book

Rabu, 12 Sep 2018 16:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BELUM SEMPURNA: Pengunjung perpustakaan memanfaatkan fasilitas komputer dengan internet yang ada.

BELUM SEMPURNA: Pengunjung perpustakaan memanfaatkan fasilitas komputer dengan internet yang ada. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Di era gital ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek harus bisa mengikutinya. Jika tidak, disippus bakal ditinggal pengunjung. Apabila itu terjadi, maka fungsi disippus hanya sebagai penyimpan arsip. Karena itu, kini dinas tersebut berusaha menambah koleksi perpustakaan daerah (perpusda) berupa buku elektronik (e-book).

Sekretaris Disippus Trenggalek Yoso Mihardi mengatakan, agar terus diminati, perpustakaan harus mengikuti perkembangan zaman, khususnya pada era digital ini. Selain tetap mempertahankan perspustakaan sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, juga harus mengembangkan perpustakaan digital dengan sistem online.

“Sebenarnya hal itu telah kami lakukan sejak 2016. Sebab, sudah ada aplikasi khusus untuk itu dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas),” jelasnya.

Dia melanjutkan, pada 2017 lalu, terjadi migrasi dari aplikasi yang digunakan disippus sebelumnya, ke aplikasi dari Perpusnas. Dalam migrasi itu, fasilitas yang ada hanya sebatas  akses katalog online, pendaftaran keanggotaan online, statistik perkembangan perpustakaan, serta berbagai informasi dan berita untuk masyarakat umum.

“Dari migrasi itu kami belum melengkapinya dengan e-book. Di tahun ini baru ada anggaran untuk itu,” katanya.

Sedangkan untuk penambahan aplikasi e-book, direncanakan tahun ini ada 200 judul buku. Bukan hanya itu, secara bertahap disippus juga akan membuat koleksi buku yang ada saat ini menjadi bentuk elektronik dengan cara di-scan.

Tak hanya itu, disippus juga akan berkoordinasi dengan perputakaan di daerah lain, apakah memiliki koleksi serupa dalam bentuk elektronik. Jika memiliki, dengan menunjukkan kepemiliki bukti buku yang asli, maka softcopy dalam bentuk eletroniknya bisa diminta. Ini dilakukan untuk menghemat waktu pengerjaan.

Diharapkan, kegiatan itu bisa memotivasi anggota agar terus mengunjungi perpustakaan kendati secara online.

“Untuk keanggotaan perpustakaan secara online, kami akan bekerja sama dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) untuk validasi identitas. Agar identitasnya sesuai dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Yoso.

Sementara itu, salah satu pengunjung perpustakaan, Lutfiatul berharap jika hal itu segera terealisasi. Sebab, nanti bisa membantunya mencari buku-buku yang diperlukan, khususnya terkait ilmu pengetahuan.

“Setiap minggu saya selalu berkunjung ke perpustakaan, baik untuk meminjam atau mengembalikan buku. Semoga dengan ini bisa membantu saya untuk meminjam buku dan tidak perlu datang ke perpustakaan,” harapnya. (jaz/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia