Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Awas… NIK Tak Valid

13 September 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DATA TUNGGAL: Salah satu pemohon e-KTP ketika perekaman biometri di kantor Dispendukcapil Trenggalek.

DATA TUNGGAL: Salah satu pemohon e-KTP ketika perekaman biometri di kantor Dispendukcapil Trenggalek. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Masyarakat Kota Keripik Tempe yang akan mendaftar seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan dibuka beberapa hari ke depan, tampaknya harus segera mengecek validasi nomor induk kependudukan (NIK). Pasalnya, kemungkinan NIK yang dimiliki tidak valid ketika digunakan untuk mendaftar CPNS melalui website resmi.

Ketidakvalidan itu ditunjukkan ketika calon pelamar memasukkan NIK yang tertera pada kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada kolom pendaftar. Yakni data tidak bisa divalidasi. Seharusnya setelah NIK dimasukkan, sistem langsung mengeluarkan data identitas calon pelamar bersangkutan. Sebab, sudah dipastikan ketunggalan datanya.

“Ini biasa muncul akibat kesalahan sistem. Seperti yang terjadi ketika masyarakat ramai-ramai mendaftarkan kartu prabayar telepon selulernya berdasarkan NIK dan nomor kartu keluarga (KK) beberapa waktu lalu,” ungkap Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek Ririn Eko Utoyo.

Dia melanjutkan, kemungkinan itu terjadi karena data anomali NIK tidak standar. Sehingga dari jumlah angka yang seharusnya 16 digit, menjadi 15 digit atau angka paling belakang pada NIK berakhiran nol (0). Karena berakhiran 0, NIK tidak bisa divalidasi oleh sistem. Jika itu terjadi, berarti ada kesalahan pada pengentrian data ketika proses peralihan data dari KTP sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) ke e-KTP.

“Saat itu pengentrian data dilakukan secara manual. Jadi kesalahan sistem kemungkinan bisa terjadi,” ujarnya.

Apabila itu terjadi, yang bersangkutan harus melaporkannya ke dispendukcapil dengan membaga bukti kelengkapan asli. Setelah itu dilakukan pemohonan penghapusan NIK itu ke Direktorat Jendral (Dirjen) Dukcapil dan nantinya akan diterbitkan NIK yang baru.

Dalam proses ini, yang bersangkutan harus melakukan perekaman ulang, seperti perekaman biometrik, tanda tangan, foto, dan sebagainya. Sedangkan berapa lama prosesnya hingga NIK baru terbit, belum bisa dipastikan. Karena semua dilakukan oleh sistem pusat.

Namun, kebanyakan NIK tidak bisa divalidasi oleh sistem karena ada perubahan elemen data, yang belum diperbarui oleh sistem. Sehingga ketika yang bersangkutan memasukkan NIK dengan data yang baru, NIK itu tidak bisa divalidasi. Mengingat data yang dipanggil merupakan data dari sistem pusat yang masih lama. Ini biasanya terjadi pada masyarakat yang melakukan pindah alamat tempat tinggal dan pecah KK.

“Untuk itu, diharapkan jauh-jauh hari masyarakat mengecek apakah NIK sudah tervalidasi atau belum dengan datang ke kantor. Nantinya jika belum ada pembaruan di server pusat, kami akan melaporkannya dan bisa diperbarui dalam waktu satu kali 24 jam,” jelas pria yang juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Trenggalek ini. (jaz/ed/tri) 

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia