Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Wabup: Food Court Harus Win-Win Solution

13 September 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS PEMBANGUNAN FOOD COURT PRIGI

GRAFIS PEMBANGUNAN FOOD COURT PRIGI

TRENGGALEK – Wakil Bupati (Wabup) Mochammad Nur Arifin mengaku masih mendapat laporan secara informal soal hasil hearing pembangunan food court di Prigi. Kendati begitu, pihaknya melihat pedagang atau masyarakat Prigi berharap kawasan wisata itu dipercantik dan bukan menolak pembangunan food court.

“Saya baru dapat info secara informal saja. Resminya belum (hasil audiensi bersama dewan, Eed),” katanya kemarin (12/9).

Menurut dia, yang menjadi masalah saat ini yakni rencana pembangunan food court ini ada setelah mereka baru setahun bergeser ke belakang dari lokasi jualan semula. Wabup memaklumi jika pedagang atau pemilik warung harus mengeluarkan biaya untuk membangun atau menggeser warung warung mereka. Sejurus dengan itu, pemerintah tahun ini berencana untuk membangun sarana kuliner food court.

“Ya kita nanti coba cari win-win solution-nya,” kata wabup setelah menceritakan beberapa kali berkunjung ke Prigi.

Secara pribadi, wabup juga memiliki gagasan untuk fokus mempercantik taman yang ada di depan panggung 360. Menurutnya, dengan menata area itu semisal dengan mempercantik taman dan menyediakan sarana untuk pejalan kaki, menjadi hal yang cukup strategis. Sebab, dengan dibangunnya fasilitas umum, bisa memicu penambahan jumlah pengunjung.

“Kalau pedagang sudah merasa ada banyak pemasukan (dari penambahan jumlah wisata, Red), tahun berikutnya diberi kesadaran,” ujarnya.

Wabup mengulangi jika pemerintah ingin melakukan pembangunan berbasis masyarakat. Kendati begitu, untuk kegiatan yang sudah selesai tahap pelelangan, pihaknya juga sedikit ragu untuk mengatakan bisa tidak dibatalkan kegiatan tersebut. Pihaknya akan melihat kembali lokasi lapangan yang hendak dibangun food court itu.

“Mungkin lokasinya dipindah atau seperti apa. Nanti kita coba lihat kembali,” tutur wabup.

Untuk sekadar diingat kembali, pemerintah memiliki rencana pembangunan food court dalam rangka mempercantik kawasan wisata Prigi. Nantinya, food court itu dibuat di sisi timur hingga barat belakang pedagang atau warung yang ada di pesisir Prigi. Rencananya, food court diperuntukkan para pedagang.

Sayang, ada sebagian pedagang atau pemilik warung yang kurang sependapat dengan rencana itu. Salah satu alasannya karena ada sebagian warung yang nantinya bakal terdampak pembangunan food court. Padahal, baru setahun ini pemilik warung diminta bergeser ke belakang menjauhi bibir pantai.

Untuk kepentingan pergeseran warung ini, jelas membongkar bangunan yang ada. Sedangkan untuk keperluan membangun kembali warung inilah pedagang keberatan. Karena sebagian biaya didapatkan dari pinjaman bank.

Atas dasar hal itu, mereka meminta hearing dengan dewan dan dinas. Hasilnya, pembangunan food court rencananya akan digeser ke sisi barat yang notabene tidak berdampak pada bangunan warung pedagang. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia