Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Melihat Pelayanan di Polindes Karanganyar Ketika Kekeringan

Sediakan Air Khusus Pelayanan

Selasa, 18 Sep 2018 13:23 | editor : Anggi Septian Andika Putra

HEMAT : Bidan Desa Karanganyar, Kecamatan Pule menunjukkan bak air khusus pasien

HEMAT : Bidan Desa Karanganyar, Kecamatan Pule menunjukkan bak air khusus pasien (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Kekeringan yang terjadi di wilayah Dusun Ponggok, Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, juga berpengaruh terhadap pelayanan publik. Salah satunya adalah pelayanan keesehatan di Pondok Bersalin Desa (Polindes) setempat. Tak ayal, hal tersebut membuat bidan desa yang bertugas, harus melakukan penghematan air untuk proses pelayanan.

ZAKI JAZAI

Kondisi jalan yang rusak parah, dan curam harus dilalui Jawa Pos Radar Trenggalek ini ketika berkunjung di wilayah Dusun Ponggok, Desa Karanganyar, Kecamatan Pule. Ternyata jalur utama untuk menuju wilayah tersebut ditutup total, akibat perbaikan jalan, sehingga membuat jalan memutar sekitar dua kilometer lebih melewati jalan wiloayah desa tetangga, tentunga dengan kondisi jalan yang sulit.

Sesampainya dilokasi, terlihat mayoritas sumur warga diwilayah dusun teerseeebut telah mengering. Hal itu tak terkecuali di polindes setempat, yang biasa digunakan ibu hamil (bumil) setempat untuk memeeriksakan perkembangan janinnya.

”Kekeringan disini sudah terjadi sekitar lima bulan lalu, namun dampaknya paling terasa sekitar tiga bulan ini,” ungkap Bidan Desa Karanganyar, Kecamatan Pule Dian Yukitama.

Sebab semenjak saat itu dirinya kebingungan dimana mencari air untuk memberikan pelayanan. Mengingat setiap kali kontak dengan pasien, minimal harus cuci tangan untuk memastikan kebersihannya. Selain itu juga ada terapi lainnya yang harus memerlukan air bersih, belum lagi jika melakukan pertolongan persalinan.

”Disini sudah tidak ada air, itu bisa dilihat dengan kondisi sumur yang mengering. Jika mengganggu pelayanan pastinya ini sangat mengganggu,” jlentrehnya.

Untuk pencarian air sendiri, semula dilakukannya dengan mencari air di wilayah yang masih terdapat kandungan airnya. Kendati wilayah tersebut masih dalam satu desa, namun letaknya cukup jauh, belum lagi dengan kondisi jalan yang rusak dan terjal, yang sangat mempersulit dalam melakukan pencarian air. Tak ayal karena kesulitan dalam mencari air tersebut, sekitar satu bulan ini ada donatur yang membantu untuk medroping air.

Nantinya air bantuan tersebut dimasukan kesumur untuk persediaan. Sehingga jika memerlukan, dirinya tinggal mengambil air dari sumur tersebut baik untuk keperluan pribadi maupun pelayanan. Sedangkan jika air dalam sumur tersebut habis, sang donator telah siap untuk memberikan bantuan air kembali.

Sehingga akibat bantuan air dari donator, wanita berhijab tersebut tidak sedikit terbantu dalam mencari air guna keperluan pribadi juga pelayanan di polindes. Namun, khusus untuk pelayanan sendiri biasanya disisikan minimal satu gentong. Nantinya air dalam gentong tersebut disikan di tempat air, di ruang balai pemeriksaan, yang berguna untuk keperluan terapi kesehatan, seperti untuk cuci tangan, pertolongan, toilet khusus pasien, persalinan dan sebagainya.

”Jadi saya menyediakan satu gentong air khusus untuk pelayanan, yang tidak digunakan untuk keperluan pribadi,” katanya.

Sehingga jika ada kondisi darurat, seperti pertolongan persalinan dirinya tidak kebingungan untuk mencari air. Mengingat kebutuhan air terbanyak, adalah untuk pertolongan persalinan. Sedangkan dalam setiap harinya rata-rata selalu ada 10 orang yang datang ke polindes untuk periksa.

Kendati dengan usahanya tersebut praktis kekurangan air bisa teratasi, namun dirinya berharap ada solusi untuk mengatasi kekeringan tersebut. Meengingat kekeringan selalu terjadi diwilayahnya dalam setiap tahun.

”Semoga saja ada solusi dari pemerintah, seperti mengadakan pipanisasi, agar kejadian ini tidak terjadi setiap tahunnya,” jelas wanita yang telah 10 tahun bertugas tersebut. (ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia