Selasa, 18 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Tunggu Keputusan KPK Terkait Penahanan Syahri Mulyo

05 Oktober 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Perkembangan Kasus Syahri Mulyo

Grafis Perkembangan Kasus Syahri Mulyo (Hendra Novias/RATU)

TULUNGAGUNG - Kasus dugaan penerimaan gratifikasi atas sejumlah proyek infrastruktur di lingkup Pemkab Tulungagung yang ditangani KPK, menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih dengan salah satu tersangka, Bupati Nonaktif Syahri Mulyo. Salah seorang yang menyoroti kasus itu yakni Heri Widodo, praktisi hukum di Tulungagung.

Menurut Heri, sekarang KPK harus menentukan sikap. Yakni menyerahkan atau melimpahkan berkas perkara Syahri Mulyo ke kejaksaan atau tidak. Karena tinggal menghitung hari, batas penahanan Syahri Mulyo akan berakhir. Jika sampai batas akhir KPK tidak melimpahkan berkas ke kejaksaan, Syahri Mulyo bebas demi hukum. Artinya, Syahri Mulyo tidak bisa ditahan KPK.

"Batas akhir penahanan sampai 7 Oktober mendatang. Itu sesuai ketentuan batas penahanan. 120 hari sejak 9 Juni lali," ujarnya kemarin (4/10).

Heri mengatakan, jatah KPK menahan Syahri Mulyo adalah 120 hari. Itu sudah termasuk masa perpanjangan yang dilakukan KPK atas izin kejaksaan dan pengadilan. Setelah itu, sudah tidak diperbolehkan lagi.

Heri menilai, KPK terlalu gegabah menetapkan Syahri Mulyo sebagai tersangka dalam kasus OTT di Tulungagung. Ketika itu terjadi, status Syahri bukanlah pejabat karena sudah mengundurkan diri sebagai bupati. Artinya, sesuai aturan, penetapan tersangka harus melalui penyelidikan.

Apa kasus hukum Syahri bisa berhenti ketika dia bebas (tidak ditahan KPK, Red)? Heri menjawab, tetap berjalan. Sebab, kini Syahri Mulyo sudah menjadi tersangka. Surat Perintah Pemberhentian Pemeriksaan (SP3) juga tidak bisa dikeluarkan karena berstatus tersangka.

Seperti diketahui, kasus yang menjerat Syahri Mulyo berawal dari OTT KPK di Kota Blitar 6 Juni lalu. Selain Syahri, KPK juga menetapkan mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Sutrisno, kontraktor Susilo Prabowo, serta seorang kurir Agung, sebagai tersangka. Atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek infrastruktur di Tulungagung.

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia