Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Opita Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Bisnis Buket Hijab

Belajar Otodidak, Kini Pesanan dari Luar Kota

07 Oktober 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

UNIK: Opita Sari membuat buket hijab untuk pesanan di rumahnya pasa Sabtu (6/10).

UNIK: Opita Sari membuat buket hijab untuk pesanan di rumahnya pasa Sabtu (6/10). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Kreativitas dapat muncul dari mana saja, termasuk dari pengalaman pribadi. Ini membuat Opita Sari serius geluti bisnis buket hijab. Bermodal Rp 200 ribu, kini wanita cantik ini sukses jalankan bisnis buket.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Tak sulit menemukan rumah Opita Sari di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Tampak aneka kertas wrapping (pembungkus) warna-warni, pita, dan aneka hijab berserakan di ruang tamu rumahnya. Ketika ditemui di rumahnya, Opita -sapaan akrabnya- tengah menyelesaikan salah satu pesanan buket hijab. “Mari silakan masuk. Maaf agak berantakan, lagi buat orderan,” sambutnya ramah ketika Jawa Pos Radar Tulungagung bertandang ke rumahnya. Wanita 25 tahun ini menceritakan awal mula dirinya memulai bisnis buket berdasarkan pengalaman pribadi. Kala itu, dirinya hendak memesan buket untuk seorang teman. Namun karena harga buket relatif mahal, dia mencoba untuk membuat sendiri. Bermodalkan referensi dari YouTube, dia pun belajar secara otodidak. “Saat itu coba-coba belajar otodidak dari YouTube dan ternyata tidak semahal kalau beli,” jelasnya.

Semenjak itulah, dia memutuskan menggeluti bisnis buket bunga. Dengan dibantu sang suami, dia memulai bisnis buket bunga sekitar lima bulan lalu. Awalnya dia hanya menerima pesanan berupa buket bunga asli. Namun karena banyak peminat, dia pun mencoba berkreasi. Salah satu hasil kreasinya yakni buket hijab. Menurut dia, buket hijab dapat menjadi alternatif untuk memberi hadiah pada orang spesial. Selain unik, juga bermanfaat. “Ide awal membuat buket hijab juga dari YouTube dan Instagram. Coba bikin dari hijab sendiri dulu, ternyata bisa,” tuturnya.

Wanita berhijab ini mengatakan, bergerak pada industri kreatif menuntutnya untuk selalu berinovasi. Dia pun menceritakan kesulitan yang dialami ketika membuat buket hijab. Salah satunya yakni bahan hijab yang terkadang sulit untuk dibentuk. Terutama untuk hijab berbahan satin. Karena bahannya yang licin, sulit dikreasikan. Untuk itu, bahan hijab dari katun menjadi salah satu favorit. Pasalnya, pilihan warna yang beragam dan mudah dikreasikan. “Katun kan lebih halus dan mudah dibentuk. Warnanya juga beragam. Jadi paling banyak dipesan,” tandasnya.

Selain itu, kreativitas bentuk rangkaian buket juga menjadi tantangannya. Karena rangkaian yang unik dan rapi menjadi daya jual. “Bentuk rangkaian harus terus berinovasi. Karena kalau modelnya itu-itu saja, pasti bosan. Pemilihan jenis wrapping juga harus beragam,” tandasnya.

Untuk harga, Opita mematok mulai dari Rp 55 ribu. Tergantung ukuran buket, bahan jilbab, hingga tingkat kerumitan saat merangkai. Untuk pemasaran, wanita berkacamata ini mengandalkan media sosial (medsos) Instagram. Karena lebih mudah dan dapat menjangkau pasar lebih luas. Disinggung mengenai omzet, wanita kelahiran 28 Oktober 1992 ini mengaku, dalam sebulan dapat memperoleh omzet sebesar Rp 1.500.000. Selain berbisnis buket, wanita cantik ini juga merambah bisnis penyewaan backdrop untuk akad nikah dan lamaran.

Dia mengatakan, pengaruh medsos menjadi salah satu kemudahan untuk berbisnis dalam industri kreatif. “Memang harus pandai untuk terus berinovasi dan berkreasi. Medsos juga sangat berpengaruh,” katanya. 

(rt/jpk/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia