Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

BPJS Kesehatan Gandeng Kemenkominfo RI Sosialisasi Program JKN-KIS

Bupati Tekankan Petakan Warga Kurang Mampu

08 Oktober 2018, 12: 41: 51 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

AYO DAFTAR: Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri Budi Wusonoadi (kanan), menyampaikan materi sosialisasi kepada ratusan kepala desa bersama tiga narasumber lainnya di Kampung Coklat, Sabtu (6/10).

AYO DAFTAR: Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri Budi Wusonoadi (kanan), menyampaikan materi sosialisasi kepada ratusan kepala desa bersama tiga narasumber lainnya di Kampung Coklat, Sabtu (6/10). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN - Ratusan kepala desa (kades) mendapat sosialisasi Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri, Sabtu (6/10). Sosialisasi ini menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

Kegiatan yang dipusatkan di Hall Forestero Kampung Coklat itu dihadiri sekitar 250 kades dari Kecamatan Kademangan, Sutojayan, Wonotirto, Bakung, Kanigoro, dan Sanankulon. Sosialisasi yang dibuka Bupati Blitar Rijanto pada pukul 10.00 ini menghadirkan empat narasumber. Kepala Bidang (Kabid) Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan KC Kediri Budi Wusonoadi, Kepala Diskominfotik Kabupaten Blitar Eko Susanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dr Kuspardani, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Endah Woro, dan perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar.

Bupati Rijanto mengatakan, sosialisasi optimalisasi program JKN sangat penting. Hingga kini tercatat 57 persen warga Kabupaten Blitar belum terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan. “Maka itu, kami perintahkan desa-desa untuk aktif menyosialisasikan program JKN-KIS dan mengajak warga untuk daftar segera," terangnya.

Pemerintah kabupaten (pemkab), lanjut dia, telah berupaya meningkatkan kepesertaan JKN-KIS melalui pendaftaran 35 ribu warga tidak mampu sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran melalui anggaran APBD (PBI-D). Selain itu, juga telah mendaftarkan tenaga honorer dan perangkat desa sebagai peserta BPJS Kesehatan dan berbagai upaya lainnya. “Kades dan camat telah kami minta lakukan pemetaan terhadap warga kurang mampu di wilayahnya untuk bisa didaftarkan sebagai peserta PBI-D,” ungkap Rijanto.

 Di samping itu, Rijanto mengimbau agar warga kategori mampu yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan, segera mendaftar. “Masyarakat harus didorong. Yang mampu segera mendaftar. Ayo semuanya gotong-royong. Penduduk yang sehat membantu penduduk lain yang sakit,” ujar pria ramah ini.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Septriana Tangkary yang juga hadir dalam sosialisasi mengatakan, sosialisasi optimalisasi pelaksanaan program JKN sangat diperlukan. Terutama di daerah yang cakupan kepesertaannya masih rendah. Salah satunya Kabupaten Blitar. “Namun, saya salut dengan komitmen Pemkab Blitar yang terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan dan menyosialisasikan dan melakukan pemetaan,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Septriana menyatakan bahwa implementasi program JKN-KIS sangat bergantung pada dukungan pemerintah. Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengamanatkan kepada setiap eksekutif untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

Lebih lanjut, salah satu bentuk dukungan Kementerian Kominfo yakni dengan menyelenggarakan kampanye dan sosialisasi. JKN-KIS merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang tercantum dalam Nawacita ke-5, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. "Kini peserta JKN-KIS sudah mencapai 200 juta lebih atau sekitar 90 persen. Pada 2019, ditargetkan semua warga Indonesia sudah terdaftar," pungkasnya. 

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia