Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Mulai Panggil Saksi Kasus Bentrokan Antar Pemuda

09 Oktober 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENGKHAWATIRKAN: Kaca rumah Purwanto yang berlubang terkena lemparan batu saat ada bentrokan antar kelompok pemuda, kemarin.

MENGKHAWATIRKAN: Kaca rumah Purwanto yang berlubang terkena lemparan batu saat ada bentrokan antar kelompok pemuda, kemarin. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Sehari setelah  perusakan 13 rumah oleh sekelompok pemuda di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, kemarin (8/10) para pemilik mulai membenahi kerusakan. Apalagi kerusakan terparah berupa kaca dan pintu depan rumah yang sampai berantakan.

Mereka pun secara swadaya memperbaiki setiap kerusakan.

Abu Yahmin, kepala desa setempat mengatakan, sehari pasca kejadian perusakan rumah hingga pembakaran sepeda motor, kondisi desa berangsur kondusif. Di mana warga sudah berani keluar rumah untuk memperbaiki setiap kerusakan yang ditemui.

“Warga sudah mulai memperbaiki rumah mereka masing-masing,” katanya saat ditemui Koran ini.

Menurut dia, dampak dari bentrokan itu memang cukup parah. Ada sekitar 13 rumah berikut satu musala yang menjadi sasaran. Mayoritas yang mengalami kerusakan adalah bagian depan rumah warga yang menghadap jalan desa. Begitupun kaca musala yang sudah diperbaiki setelah mendapat bantuan dari kantor Kecamatan Bandung.

“Banyak kaca dan pintu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah,” jelasnya.

Pria paro baya ini mengakui, jika dirinya juga dipanggil penyidik Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan. Yakni seputar kronologi pasti peristiwa yang merugikan banyak orang itu. Alasanya, sebagai tambahan untuk berkas penyidikan.

Dia berharap warga bisa terus mengantisipasi hal serupa.

“Saya hendak dipanggil untuk dimintai keterangan ke polres,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Koran ini saat melangkah ke musala desa setempat. Di situ tak terlihat lagi bekas kerusakan. Bahkan ada dua jamaah paro baya yang hendak melaksanakan salat Duhur.

“Kaca yang rusak sudah diperbaiki dan diganti dengan yang baru,” sahut seorang jamaah.

Sementara itu, saat ditemui terpisah Kades Nglampir, Subandi menginginkan seluruh kades di wilayah Kecamatan Bandung bisa mengambil sikap tegas atas peristiwa itu. Mengingat kejadian yang sama kembali terulang dan menimbulkan kerugian materiil bagi warga.

“Kalau ada kelompok pemuda yang bergerak, warga pun harus ikut bergerak. Kejadian seperti ini memang sangat meresahkan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok kelompok pemuda kembali pecah di kawasan selatan Kota Marmer ini. Suasana tenang di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, tiba-tiba terusik dengan oleh serangan kelompok pemuda. Akibat aksi brutal pada Minggu (10/7) kemarin sekitar pukul 02.30 tersebut, dua orang terluka, puluhan rumah warga dan satu musala rusak terkena lemparan batu.(rka/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia